Perumahan TNI AU Angkasa Puri Bekasi didominasi warga sipil

Perumahan TNI AU Angkasa Puri Bekasi didominasi warga sipil

Polisi menunjukkan barang bukti saat rilis kasus perdagangan orang di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (24/9/2017). Polda Metro Jaya menangkap Aris Wahyudi selaku pendiri Partai Ponsel yang diduga telah melakukan perdagangan orang melalui layanan nikah siri online di situs www.nikahsirri.com. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Bekasi, Jawa Barat (ANTARA News) - Perumahan TNI Angkatan Udara Angkasa Puri, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, didominasi warga sipil. Ini terjadi lantaran minat anggota TNI AU menempati rumah dinas di sana menurun.

"Sampai saat ini warga yang tercatat masih aktif berdinas di TNI AU jumlahnya hanya lima persen dari total 1.600 kepala keluarga di sini," kata Ketua RW10 Perumahan TNI AU Angkasa Puri, Kota Bekasi, Catur Nursyadi (53), di Bekasi, Minggu.

Padahal, perumahan yang dibangun pada 1982 itu dibangun pimpinan TNI AU untuk kepentingan personel TNI AU. Pada sisi lain, kesulitan perumahan personel militer di Indonesia menjadi salah satu masalah paling serius bagi organisasi TNI secara internal.

Ihwal "kedatangan" warga sipil ke dalam kompleks perumahan TNI AU itu terjadi sejak 1995, sejak ada perluasan kawasan setempat. 650 unit rumah tinggal di Perumahan TNI AU Angkasa Puri mulai dihuni warga sipil yang sebetulnya tidak berhak menghuni rumah-rumah dinas yang dibiayai negara itu.

"Mereka rata-rata pekerja swasta yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya," kata Nursyadi, yang bekerja sebagai PNS di Markas Besar TNI AU. 

Walaupun statutsnya rumah dinas yang seharusnya dihuni secara bergilir untuk personel-personel aktif TNI AU, namun faktanya setengah dari populasi penghuni perumahan merupakan purnawirawan yang menghabiskan masa tuanya bersama keluarga di sana.

"Bahkan tidak sedikit pula rumah itu yang berpindah tangan secara komersial dari keluarga keturunan anggota TNI AU kepada masyarakat umum atau diwariskan kepada anak-anaknya yang bekerja di swasta," katanya.

Sejak saat itu, kata dia, perumahan tersebut kini berstatus sebagai hunian masyarakat umum.

Perumahan di kawasan selatan Kota Bekasi, Jawa Barat itu menjadi terkenal namanya setelah pemberitaan media massa terkait aktivitas warga setempat yang mengelola situs terindikasi pornografi www.nikahsirri.com, Aris Wahyudi (49).

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar