Zapin Senggayong wakili RI di Festival Muara Singapura

Zapin Senggayong wakili RI di Festival Muara Singapura

Sejumlah pelajar menari saat pembukaan Sail Karimata 2016 di Pantai Teluk Datok, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (15/10/2016). (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Anak-anak kita, penari eks-Sail Selat Karimata ini direkrut, diseleksi, untuk mewakili Indonesia ..."
Pontianak (ANTARA News) - Tarian Zapin Senggayong dari Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, akan mewakili Indonesia dalam Festival Muara 2017 di Singapura.

Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid, saat dihubungi di Sukadana, Senin, mengatakan bahwa menjadi suatu kebanggaan bagi Kayong Utara karena diberi kesempatan mewakili Indonesia dalam even bertaraf internasional.

Tarian khas Kayong Utara itu pernah ditampilkan pada acara puncak Sail Selat Karimata 2016 di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengatakan kesempatan itu juga sebagai ajang mempromosikan wisata yang ada di Kabupaten Kayong Utara agar lebih dikenal di mata dunia.

"Mereka saat ini dalam tahap latihan, jadi tarian ini merupakan tarian baru yang diciptakan mengadopsi dari kebudayaan yang ada di Kayong Utara akan ditampilkan di Singapura nanti," katanya.

Ia mengharapkan ajang itu dapat menjadi media pembelajaran bagi anak-anak Kayong Utara untuk lebih mengenal dunia luar, terutama dalam mengetahui varian tarian-tarian Melayu di penjuru dunia.

"Anak-anak kita, penari eks-Sail Selat Karimata ini direkrut, diseleksi, untuk mewakili Indonesia, dalam Festival Muara di Singapura. Jadi seluruh negara-negara yang mempunyai etnis suku Melayu itu akan tampil pada Festival Muara tersebut," katanya.

Maestro tari Melayu, Arison Ibnur, yang dipercaya melatih anak-anak Kayong Utara untuk tampil pada Festival Muara itu, mengatakan Kayong Utara memiliki potensi tari Zapin yang baik untuk ditampilkan pada ajang bertarap internasional.

Untuk itu, menurut dia, perlu dukungan semua pihak guna mengelaborasi sumber daya yang ada menjadi tarian yang berdaya saing dengan daerah lainnya.

"Kita harus menciptakan sendiri tari yang menjadi ciri khas daerah, sehingga orang luar akan tahu. Bahwa ada tari khas Kayong Utara," kata pengajar utama di Fakultas Seni Pertunjukan Institut Kesenian Jakarta (IKJ)  itu.

Selain tari Zapin, ia mengemukakan, di Festival Muara Singapura itu pihak Kayong Utara juga akan menyembahkan musik instrumental dari Sanggar Simpang Bertuah dan Penampilan Lagu Melayu Kayong Utara.

"Nanti akan ada beberapa negara yang ikut kegiatan ini, seperti Malaysia, Singapura dan negara lain yang ada rumpun Melayunya. Kalau tahun lalu ada Negara Tongo yang ikut kegiatan ini," kata pria yang hobi menari sejak usia enam tahun itu.



(T.T011/B/M029/M029) 25-09-2017 09:19:05

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar