Menhub tawarkan 10 proyek utama dalam 4th Asia-Europe Meeting di Bali

Menhub tawarkan 10 proyek utama dalam 4th Asia-Europe Meeting di Bali

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ANTARA /Aprillio Akbar)

Kuala Tanjung saja sudah Rp5 triliun sendiri, Priok Rp5 triliun, sekitar Rp30-40 triliun."
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menawarkan 10 proyek utama kepada investor asing dalam pertemuan menteri transportasi Asia dan Eropa dalam 4th Asia-Europe Meeting (ASEM) di Denpasar, Bali 26-28 September mendatang.

Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengatakan dalam acara yang bertajuk "Connectivity and Investment Business Meeting" tersebut akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menarik minat investor dalam 10 proyek pembangunan infrastruktur transportasi.

"Pertemuan nanti akan kita lakukan dengan baik, salah satunya membahas mengenai konektivitas di Indonesia. Kita ingin investasi tumbuh, inflasi rendah, pertumbuhan dan sentimen baik. Nanti secara khusus investasi ini akan dibahas di pertemuan bilateral," katanya.

Budi menyebutkan 10 proyek utama itu, di antaranya Makassar New Port, New Priok Development Product Terminal 1 and 2, New Deep Port Kijing Fase I, Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Tanjung Carat, Inland Waterways Cikarang, Pelabuhan Tanjung Api-api, Bandara Kualanamu, Bandara Lombok dan proyek lainnya.

Dia menuturkan bahwa sejumlah proyek sudah dilirik beberapa investor asing, yaitu proyek LRT Bandung dan Trem Surabaya dengan Jepang, Pelabuhan Kuala Tanjung dengan Belanda dan Tiongkok, Sekolah Vokasi dengan Filipina, Tanjung Priok dengan negara Eropa dan Tiongkok, bandara Kualanamu dengan Korea Selatan dan India.

Dengan demikian, Ia menargetkan bisa menarik nilai investasi sebesar Rp30-40 triliun.

"Kuala Tanjung saja sudah Rp5 triliun sendiri, Priok Rp5 triliun, sekitar Rp30-40 triliun," katanya.

Untuk itu, Budi juga menghadirkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam forum tersebut untuk memaksimalkan agar investor bisa mengambil bagian dalam proyek-proyek infrastruktur transportasi.

Selain itu juga akan dilakukan Deklarasi Bali, yang berisi menekankan pada konektivitas untuk semua dimensi, ASEM sebagai wadah strategis untuk meningkatkan kerja sama negara Asia-Eropa, Meningkatkan partisipasi swasta atau lembaga keuangan dalam investasi transportasi, mewujudkan transportasi berkelanjutan melalui teknologi yang efektif dan efisien, mendorong kerja sama yang lebih kuat mengatasi tantangan yang dihadapi bersama negara kepulauan dan negara daratan serta membangun sinergitas nasional di bawah kerangka Uni Eropa.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar