Magelang (ANTARA News) - Sebanyak enam pelukis dari kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengikuti pameran bersama di kompleks Terracotta Park Hoi An, Vietnam pada 3-27 Oktober 2017.

"Karya-karya yang kami pamerkan antara lain tentang kearifan lokal dan kehidupan sehari-hari masyarakat," kata Koordinator Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) 15 Kabupaten Magelang yang juga ikut dalam pameran itu, Umar Chusaeni, ketika dihubungi dari Magelang, Kamis.

Sebanyak lima pelukis lainnya dari kelompok seniman itu yang ikut pameran di Vietnam tersebut, adalah Wawan Geni, Sujono, Erika, Yashumi Ishii, dan Utami Atosia.

Mereka membawa sekitar 25 karya dalam pameran bersama seniman lainnya dari India dan Vietnam. Jumlah seluruh seniman yang berpameran di museum di kompleks Terracotta Park Hoi An itu, 21 orang.

Umar yang juga pengelola Limanjawi Art House Borobudur sekitar 600 meter timur Candi Borobudur yang juga warisan budaya dunia itu, menjelaskan tentang karya-karya yang dipamerkan para pelukis dari kawasan tersebut.

"Ada juga tentang inspirasi dari semangat gotong royong masyarakat di kawasan Candi Borobudur, tentang flora dan fauna Indonesia, aneka serangga, tentang air dan lingkungan alam," ujarnya ketika transit di Kuala Lumpur dalam perjalanan bersama seniman lainnya menuju Vietnam.

Ia juga mengatakan tentang pentingnya keikutsertaan seniman kawasan Candi Borobudur ikut dalam pameran tersebut sebagai kesempatan berbagi inspirasi terkait dengan perkembangan seni rupa terutama di kawasan ASEAN.

Selain itu, ujarnya, Hoi An sebagai daerah kunjungan wisata dunia tentu juga menjadi kesempatan bagi seniman kawasan Candi Borobudur untuk mempromosikan kepariwisataan Borobudur melalui karya-karya mereka pamerkan.

Ia menjelaskan keikutsertaan dalam pameran itu juga menjadi kesempatan seniman Borobudur untuk menyerap berbagai inspirasi melalui karya-karya seniman dari negara lain.

"Kami juga berkesempatan menyerap inspirasi atas karya-karya mereka, untuk kami menciptakan karya-karya yang lebih berkualitas lagi pada masa yang akan datang," ujarnya.

(U.M029/C004)

Pewarta: M Hari Atmoko
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017