Angkot Cirebon mogok, relawan antar pulang pelajar gratis

Angkot Cirebon mogok, relawan antar pulang pelajar gratis

Sejumlah armada sepeda motor dari Forum Kerukunan Komunitas Orang Cirebon di kawasan Pengampon, Cirebon, Jumat (29/9/2017) menawarkan layanan antar pulang gratis bagi pelajar dan mahasiswa di Cirebon menyusul aksi mogol massal seluruh armada angkutan kota (angkot) di Cirebon memprotes operasional transportasi berbasis aplikasi pada 28 September-2 Oktober 2017. (ANTARA News/HO/KOCI)

Cirebon (ANTARA News) - Relawan yang tergabung dalam Forum Kerukunan Komunitas Orang Cirebon (KOCI), rela meluangkan waktu mereka untuk mengantar pulang para pelajar yang kesulitan mendapatkan alat transportatasi menyusul mogoknya operasional angkutan kota (angkot).

"Kami dari Komunitas Orang Cirebon melakukan satu gerakan menjadi relawan untuk mengantar para pelajar pulang, karena angkot mogok," kata Humas Forum Kerukunan Komunitas Orang Cirebon, Choy Miracle di Cirebon, Jawa Barat, Jumat. 

Seluruh armada 14 rute angkot di Cirebon yang berada di bawah organisasi angkutan daerah (Organda) setempat melakukan mogok massal pada 28 Septermber-2 Oktober 2017 memprotes operasional angkutan berbasis transportasi di wilayah tersebut.

Choy mengatakan adanya mogok massal yang dilakukan para sopir angkot membuat para pelajar kesulitan untuk pulang, apalagi mungkin orang tua mereka tidak bisa menjemput.

Untuk itu komunitasnya melakukan terobosan dengan menjadi relawan ojek gratis, terutama untuk para pelajar dan mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan.

"Kami target untuk pelajar, tidak untuk umum karena keuangan pelajar biasanya terbatas," tuturnya. 

(ANTARA News/HO/KOCI)

Sementara itu relawan wanita, Herawati, menyatakan bahwa dia merasa iba melihat para pelajar harus berjalan kaki. Untuk itu dia memberanikan diri mengendarai motornya menjemput para pelajar.

"Karena saya juga punya anak, jadi melihat anak-anak atau pelajar yang kesulitan pulang saya merasa kasihan," katanya.

Choy menambahkan relawan sendiri saat ini baru ada 15 sepeda motor dan ini tentu sangat kurang, karena jumlah pelajar sangat banyak dan menurut informasi, mogoknya angkot juga lama.

"Sudah 15 armada yang gabung, jelas sangat kurang dan mudah-mudahan bisa sampai 100 armada. Kami juga mengajak mereka yang memiliki waktu luang untuk bergabung bersama relawan," katanya.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Andong di Malioboro kini berbasis daring

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar