Semarapura (ANTARA News) - Bupati Klungkung, Bali I Nyoman Suwirta, menegaskan jajarannya untuk mempercepat pemberdayaan dan kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan beras lokal hasil petani setempat.

"Oleh sebab itu semua pihak yakni badan usaha milik desa (BUMdes) menjual beras lokal serta masyarakat dan pegawai negeri sipil memanfaatkan hal itu dalam keseharian," kata Bupati I Nyoman Suwirta pada rapat evaluasi pemberdayaan beras lokal, Rabu.

Ia mengatakan, pemanfaatkan beras lokal di kalangan masyarakat setempat masih stagnan. Untuk itu Dinas Koperasi dan Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung diharapkan lebih gencar dalam menyosialisasikan beras lokal hasil petani.

Beras lokal selama ini baru dimanfaatkan sebatas oleh kalangan pegawai negeri sipil. Sedangkan BUMDes dan Koperasi dinilai masih agak lamban.

Bupati Suwirta menugaskan pimpinan instansi terkait untuk mengumpulkan semua pengelola BUMDes, kepala desa untuk memberdayakan badan usaha milik desa tersebut, sekaligus mampu menekan inflasi di daerah masing-masing.

"Peran BUMDes harus benar-benar mampu bekerja secara maksimal dan bisa menekan inflasi di masing-masing daerah," ujar Bupati Nyoman Suwirta.

Bupati Suwirta juga menyinggung pengelolaan garam yakni produksi yang dihasilkan petani setempat terlebih dulu diuji coba serta dalam kemasan garam beryodium.

Hal itu diharapkan bisa dilaksanakan dengan baik hingga akhir tahun 2017, sekaligus sosialisasi agar seluruh masyarakat Klungkung dapat mengkonsumsi garam beryodium.

Untuk mendukung tercapainya sasaran itu, Bupati Suwirta menugaskan pimpinan instansi terkait segera membeli mesin pengolah dan penyiapan garam yang dihasilkan petani.

"Untuk itu kepala Dinas kesehatan agar nantinya mengecek kandungan yodiumnya, sehingga. garam yodium diharapkan menjadi unggulan nelayan di Kusamba," Harap Bupati Suwirta.

Pewarta: Dewa Sentana/Gembong Ismadi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2017