FC Barcelona, Iniesta desak dialog dalam krisis Catalunya

FC Barcelona, Iniesta desak dialog dalam krisis Catalunya

Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Spanyol dan berteriak di depan balai kota dalam sebuah demonstrasi mendukung persatuan Spanyol sehari sebelum referendum kemerdekaan 1 Oktober yang dilarang di Catalunya, di Madrid, Spanyol, Sabtu (30/9/2017). (REUTERS/Sergio Perez/cfo/17)

Barcelona (ANTARA News) - Klub sepak bola Barcelona dan kaptennya Andres Iniesta pada Kamis waktu setempat mendesak dialog untuk menyelesaikan krisis politik terkait upaya Catalunya untuk merdeka dari Spanyol.

"Saya belum pernah berkomentar di depan publik mengenai situasi yang begitu kompleks dan melibatkan beragam emosi, tapi situasi yang kita alami ini luar biasa," tulis gelandang berusia 33 tahun tersebut dalam satu pesan Facebook.

"Satu hal yang saya tahu pasti: sebelum kita menimbulkan lebih banyak kerusakan, orang-orang yang bertanggung jawab atas semua ini harus mengadakan dialog. Lakukan untuk kami semua. Kami layak hidup dalam damai."

Iniesta menjadi pahlawan dalam laga Spanyol atas Belanda di Piala Dunia 2010, dia mencetak gol dramatis bagi timnya saat menang 1-0 setelah perpanjangan waktu.

Dia lahir di wilayah Spanyol tengah, Castilla-La Mancha, tetapi bergabung dengan FC Barcelona saat berusia 12 tahun.

Klub Barcelona, salah satu yang terbesar di dunia dan merupakan simbol kuat identitas Catalunya, juga menyerukan "dialog dan penghormatan" dalam satu pernyataan terpisah.

"FC Barcelona, sebagai salah satu simbol negara yang paling terkenal, menuntut agar proses dialog dan perundingan diluncurkan untuk menemukan solusi politik bagi situasi yang dialami Catalunya," kata klub dalam pernyataan yang dikutip kantor berita AFP.

Klub menambahkan bahwa prosesnya harus dikalankan dengan "penghormatan penuh terhadap keinginan warga Catalunya untuk memutuskan masa depan mereka."

Rekan satu tim Iniesta, Gerard Pique, warga asli Catalunya dan juga pahlawan Piala Dunia Spanyol, dicemooh para penggemar saat latihan karena mendukung referendum kemerdekaan.

Ia berkukuh akan tetap bermain untuk Spanyol sampai pensiun dari sepak bola internasional setelah Piala Dunia tahun depan.

Ketegangan meningkat antara Catalunya dan Madrid pekan ini setelah warga Catalunya menggelar referendum kemerdekaan yang dilarang, yang diwarnai kekerasan polisi terhadap para demonstran.

Pemerintah menolak seruan mediasi dalam sengketa itu dan para pemimpin Catalunya mengancam akan mendeklarasikan kemerdekaan dalam beberapa hari. (hs)

Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar