Uskup Timika: Orangtua harus perhatikan pendidikan anak-anak

Timika, Papua (ANTARA News) - Uskup Keuskupan Timika, Papua, Monsignor John Philip Saklil Pr, menekankan, orangtua harus memperhatikan pendidikan putra-putri mereka.

"Saya minta kepada semua umat tolong perhatikan pendidikan anak-anak dan memperhatikan pertumbuhan iman anak-anak," kata Uskup Saklil di Timika, Minggu.

Dia berbicara tentang kualitas pendidikan putra-putri Papua, yang menurut dia, hanya melalui pendidikan yang baik dan berkualitas maka anak-anak asli Papua bisa berkompetisi dalam bidang apa saja di masa depan.

"Untuk mau bekerja dimana saja, kalau tidak sekolah maka tidak bisa apa-apa. Jadi, harus sekolah yang baik," tutur Uskup Saklil.

Dalam kesempatan itu, Uskup Saklil mengapresiasi semakin banyaknya orang muda dari suku-suku asli Papua yang ingin menjadi pelayan Tuhan, di antaranya menjadi pastur, biarawati, dan lain-lain.

Salah satu suku asli Papua yang menyumbang tenaga pastur terbanyak yaitu Suku Mee, Paniai.

Pada Sabtu (8/10), bertempat di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, dia menahbiskan empat pastur baru yaitu Pastor Yance Yanuarius Agapa Pr, Pastor Selpius Goo Pr, Pastor Yosias Ferdinand Wakris Pr dan Pastor Ibrani Gwijangge Pr.

Pastor Ibrani Gwijangge Pr dan Pastor Yosias Ferdinand Wakris Pr merupakan putra pertama dari Suku Amungme-Nduga dan Suku Biak Numfor yang ditahbiskan menjadi imam atau pastor.

Uskup Saklil berharap dengan ditahbiskan kedua imam baru dari Suku Amungme-Nduga dan Biak itu maka semakin banyak orang muda yang terpanggil untuk bekerja sebagai pelayan Tuhan.

"Saya ambil kamu punya bibit itu di luar kebun. Bibit yang diambil di luar kebun itulah yang sekarang sudah jadi imam pertama untuk Suku Amungme dan Nduga. Itu luar biasa. Saya harap bibit pertama ini membuka jalan supaya muncul lagi bibit-bibit yang lain," harap Uskup Saklil.

Untuk menjadi seorang imam atau pastur, katanya, dituntut untuk memiliki pendidikan yang baik dan berkualitas.

"Sekolah pastor itu lama. Harus sekolah mulai dari SD sampai SMA lalu lanjutkan pendidikan ke seminari tinggi selama tujuh tahun. Disana mereka ditempa terus sampai menyatakan sikap bebas untuk siap menjadi pelayan Tuhan seumur hidup mereka," jelasnya.

Uskup Saklil berharap keluarga-keluarga Katolik di wilayah Keuskupan Timika benar-benar memperhatikan pendidikan dan pertumbuhan iman putra-putri mereka agar semakin banyak benih panggilan yang bertumbuh di sana.

Keempat imam baru yang ditahbiskan itu langsung ditugaskan untuk melayani umat di wilayah pedalaman Papua yaitu di wilayah Dekenat Moni-Puncak Jaya, Dekenat Paniai, Dekenat Kipia dan Dekenat Mimika-Agimuga.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar