Gubernur Irianto: Presiden Jokowi setuju KBM ditetapkan dengan Inpres

Gubernur Irianto: Presiden Jokowi setuju KBM ditetapkan dengan Inpres

Dokumentasi Kunjungan Presiden Ke Tarakan. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie (kanan) meninjau lokasi pembangunan Embung Rawa Sari di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (6/10/2017). Presiden Joko Widodo berharap dengan dibangunnya Embung Rawasari suplai air baku bagi warga Kota Tarakan dapat meningkat. (ANTARA FOTO/Fachrurrozi) ()

Nunukan (ANTARA News) - Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie menyatakan, Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi menyetujui percepatan pembentukan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor ditetapkan melalui instruksi presiden (inpres).

Ia mengaku, telah diminta oleh Presiden Jokowi untuk segera menindaklanjutinya melalui sekretaris kabinet. "Saya sudah diminta bapak Presiden (Jokowi) untuk menindaklanjutinya melalui Sekkab," ujar Irianto Lambrie melalui pesan tertulisnya, Senin.

Sehubungan dengan hal itu, Gubernur Kaltara telah meminta kepada dinas terkait di jajarannya yaitu Dinas PUPR dan Asisten Bidang Pembangunan dan Ekonomi untuk secepatnya mempersiapkan surat sususlannya.

Sesuai arahan Presiden tersebut, dia berjanji segera berkonsultasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian PUPR. Sebab, kunjungan Presiden di provinsi termuda itu benar-benar dimanfaatkan untuk mendapatkan tambahan anggaran pembangunan infrastruktur.

Kunjungan Presiden RI ketujuh yang ketiga kalinya di Provinsi Kaltara pada 6 Oktober 2017 dengan meninjau pembangunan embung Rawasari di Kota Tarakan dan sejumlah proyek yang dibiayai APBN di Kabupaten Bulungan.

Keberadaan Presiden di daerah itu juga dimanfaatkan membagikan ribuan sertifikat tanah kepada warga. Sebagaimana pernyataan Presiden, kata dia, akan ada investor besar yang akan diarahkan ke Kaltara.

Mengenai KBM Tanjung Selor sendiri, Irianto Lambrie mengatakan, dipersiapkan menjadi ibukota provinsi. Investor besar yang akan diarahkan ke daerah itu salah satunya PT Inalum dengan proyeksi kapasitas tiga kali lipat daripada di Sumatera Utara.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar