Mahasiswa Politeknik Industri Furniture Kendal tak dipungut biaya

Mahasiswa Politeknik Industri Furniture Kendal tak dipungut biaya

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar bersama Direktur Kawasan Industri Kendal Hyanto Wihadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo, Bupati Kendal Mirna Annisa, Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto, Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Bernadus Arwin, serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri Kemenperin Mujiyono memperhatikan proses Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Politeknik Industri Furniture dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, Selasa. (ANTARA News/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri Kemenperin Mujiyono menyampaikan mahasiswa yang berkuliah di Politeknik Industri Furniture Kendal tidak akan dipungut biaya, bahkan diberikan beasiswa.

"Perkuliahannya tidak akan dipungut biaya selama lima tahun, bahkan para mahasiswa mendapatkan beasiswa dan ikatan kerja,” kata Mujiyono melalui keterangannya di Jakarta, Selasa.

Adapun program studi yang diterapkan di Politeknik Industri Furniture meliputi Teknik Produksi Furniture, Desain Furniture, dan Manajemen Bisnis Furniture. 

Guna mendukung proses pembelajaran berkualitas baik, politeknik yang dibangun di atas lahan dua hektare dengan luas gedung 4.800 meter persegi yang terdiri dari empat lantai ini akan dilengkapi beberapa fasilitas penunjang seperti ruang kelas, ruang workshop, showroom, dan laboratorium pengujian. ‎

"Semoga dengan adanya politeknik ini, industri furnitur nasional akan lebih berdaya saing di tingkat global sekaligus memperluas pasar ekspor," kata Mujiyono pada acara Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Politeknik Industri Furniture dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

Kemenperin mencatat, penyerapan tenaga kerja di industri furnitur sebanyak 101.346 orang pada tahun 2016 dan diproyeksi akan mencapai 202.692 orang tahun 2018.

Industri furnitur termasuk sektor padat karya berorientasi ekspor, yang tengah diprioritaskan pengembangannya agar terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Pada tahun 2016, nilai ekspor furnitur nasional sebesar 1,7 miliar dollar AS dengan sumbangan dari Jawa Tengah sekitar 0,98 miliar dollar AS atau 57 persen. 

Dalam dua tahun ke depan, ekspor furnitur nasional ditargetkan mencapai 5 miliar dollar AS dengan kontribusi dari Jawa Tengah sebesar 2,9 miliar dollar AS. 

Tujuan utama ekspor furnitur Indonesia ke depan adalah pasar Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa Barat.

Pewarta: Sella Pandursa Gareta
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar