AS: ISIS akan bertempur di Raqqa

AS: ISIS akan bertempur di Raqqa

Juru Bicara Pasukan Sekutu Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah Kolonel Ryan Dillon. (AFP)

Kami mengetahui apa yang sedang terjadi dan dibahas saat ini."
Kobani (ANTARA News) - Data intelijen sekutu Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa kelompok ISIS akan bertempur habis-habisan di Kota Raqqa, Suriah, namun banyak anggotanya telah menyerahkan diri dalam beberapa waktu terakhir, kata seorang juru bicara pasukan AS, Kolonel Ryan Dillon, Rabu (11/10).

Sejumlah anggota kelompok pemberontak lokal pendukung ISIS menyerahkan diri akibat terdesak oleh pasukan dukungan AS yang mendekati dan menyerang kubu terakhir mereka.

Dillon mengatakan bahwa para pejabat di Dewan Rakyat Raqqa, lembaga yang akan memerintah kota tersebut setelah ISIS diusir keluar, sedang bekerja untuk merundingkan perpindahan secara aman bagi ribuan warga sipil yang menjadi sandera ISIS.

Namun, pasukan gabungan pimpinan AS tidak akan mendukung perundingan apapun terkait penarikan petempur, katanya.

"Pasukan gabungan tidak menjadi bagian dari perundingan penyelesaian. Kami mengetahui apa yang sedang terjadi dan dibahas saat ini. Mereka mencoba untuk membebaskan warga," kata Dillon melalui sambungan telepon kepada kantor berita Reuters.

Ia mengemukakan sekira 400 pemberontak pro-ISIS diyakini masih berada dalam daerah kantong di Raqqa, yang terkepung oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebuah kelompok milisi gabungan petempur Kurdi dan Arab.

"Kami memperkirakan para petempur asing akan bertarung hingga penghabisan, namun kami sudah mendapati sekitar empat sampai lima petempur ISIS menyerahkan diri setiap satu pekan, termasuk emir, pemimpin setempat di Raqqa, selama bulan lalu," kata Dillon.

SDF mengatakan pada Minggu bahwa pihaknya mengharapkan perebutan Kota Raqqa dapat dinyatakan dalam beberapa hari mendatang.

Kelompok ISIS mengambil alih kota itu pada 2014, ketika menguasai banyak wilayah di Suriah dan Irak. Raqqa menjadi ibu kota kelompok garis keras tersebut di Suriah, tempat mereka merencanakan serangan mematikan di luar negeri.

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar