Menpan Asman Abnur ingatkan agar jangan puas dengan status

Menpan Asman Abnur ingatkan agar jangan puas dengan status

Menpan-RB, Asman Abnur (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

... ke depan kompetisi global antar negara tidak bisa dihindari lagi karena itu tingkatkan terus inovasi dan jangan terjebak dengan urusan rutin,
Padang (ANTARA News) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengingatkan para akademisi dan kalangan perguruan tinggi di Tanah Air agar tidak terjebak dengan rutinitas belaka dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

"Jangan puas dengan gelar, jangan puas dengan status, terus lakukan terobosan dan inovasi," kata dia di Padang, Jumat saat membuka Konferensi Ekonomi Bisnis Akuntansi dan Ilmu Sosial 2017 yang digelar Universitas Dharma Andalas.

Ia mengingatkan gelar dan status bukan ukuran keberhasilan karena ukuran berhasil sebenarnya adalah produk yang dihasilkan.

"Apalagi ke depan kompetisi global antar negara tidak bisa dihindari lagi karena itu tingkatkan terus inovasi dan jangan terjebak dengan urusan rutin," katanya.

Menurutnya kalau akademisi terjebak dengan urusan rutin akan tertinggal dan sudah saatnya melakukan perubahan mulai dari level pimpinan.

"Hari ini saya merasakan betul bagaimana jadi seorang menteri yang presidennya tidak pernah diam, selalu berkunjung dari daerah ke daerah lain dan selalu memantau menterinya sehingga tidak bisa lagi melakukan hal yang biasa saja," katanya.

"Karena itu sekali lagi saya tekankan jangan terjebak dengan urusan rutin dan seremonial belaka," lanjutnya.

Pada sisi lain ia menyampaikan berdasarkan hasil tes kompentensi dasar penerimaan CPNS ternyata kualitas lulusan antara satu wilayah dengan lainnya memiliki ketimpangan dan belum merata.

Ia menyampaikan rata-rata tingkat kelulusan peserta didik dalam penerimaan CPNS di Pulau Jawa 14 persen, Sumatera empat persen dan Indonesia timur hanya dua sampai tiga persen.

"Ini tantangan kita semua perlu dikaji oleh pihak yang berkecimpung di dunia pendidikan agar jadi pemikiran bersama untul mencari solusinya," kata dia.

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar