Produksi jagung lebak mencapai 4.188 ton

Produksi jagung lebak mencapai 4.188 ton

Arsip: Warga memisahkan biji jagung dari tongkolnya di Desa Dermasuci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (2/2/2017). (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Lebak (ANTARA News) - Produksi jagung di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga September 2017 mencapai 4.188 ton dengan areal seluas 7.595 hektare.

"Kami meminta petani terus melaksanakan gerakan percepatan tanam jagung pada Oktober-November 2017 karena memasuki musim hujan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Lebak, Dede Supriatna di Lebak, Jumat.

Selama ini, produksi jagung cukup bagus di Kabupaten Lebak sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Mereka petani mengembangkan tanaman jagung di lahan darat dengan pola tanam tumpang sari.

Petani selain menanam jagung juga padi huma dan palawija lainnya.

Selama ini, petani mengembangkan budidaya tanaman jagung di 28 kecamatan.

Pemerintah daerah mendorong agar petani memperluas dan mengembangkan komoditas jagung untuk meningkatkan produksi pangan juga penningkatan ekonomi masyarakat.

Apalagi,pemerintah sudah menyentop jagung impor dari luar negeri.

Untuk itu, petani Kabupaten Lebak harus menjadikan daerah lumbung jagung di Provinsi Banten.

Pemerintah daerah juga terus menyalurkan benih unggul agar Lebak menjadi sentra jagung melalui program Upaya Khusus (Upsus).

"Program Upsus itu untuk Lebak seluas 30.000 hektare di 28 kecamatan," katanya.

Ditempat terpisah Kepala Seksi Padi dan Palawija Distabun Kabupaten Lebak, Deni Iskandar mengatakan pihaknya optimistis petani bisa melaksanakan percepatan tanam jagung Oktober-November seluas 22.295 hektare.

Sedangkan, tanam jagung yang sudah ditanam petani hingga 13 Oktober 2017 mencapai 7.705 hektare dan diantaranya menghasilkan produksi 4.188 ton.

Selama ini, tanaman jagung tumbuh subur juga tidak ada serangan hama dan penyakit tanaman.

Kebanyakan petani menanam jagung dengan benih unggul jenis varietas metro karena produktivitasnya cukup tinggi.

"Kami berharap petani bisa memasok jagung hibrida ke perusahaan pakan unggas yang ada di Tangerang," katanya.

Seorang petani di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak Maman (55), mengakui kini mengembangkan tanaman jagung di lahan darat seluas 1,5 hektare untuk memenuhi permintaan pasar.

"Kami tahun ini menanam jagung mendapat bantuan program upsus seluas 1,5 hektare," katanya.

(U.KR-MSR/B015)

Pewarta: Mansyur
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

HKTI luncurkan produk benih jagung produksi NTB

Komentar