Bengkel Muda Surabaya mengais dana di pasar seni

Bengkel Muda Surabaya mengais dana di pasar seni

Sejumlah pengunjung berada di antara stan lukisan peserta dari Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2017 di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/10). PSLI 2017 berlangsung 13-22 Oktober 2017 tersebut diikuti sekitar 193 pelukis dari berbagai daerah di Indonesia, merupakan ajang pertemuan antara seniman, kolektor dan masyarakat pecinta seni. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Surabaya (ANTARA News) - Komunitas seniman Bengkel Muda Surabaya mengais dana untuk menghidupkan kembali aktivitas produksi keseniannya dari penyelenggaraan Pasar Seni Lukis Indonesia 2017, yang berlangsung di Gedung JX International Convention Exhibition Surabaya, 13 - 22 Oktober 2017.

Komunitas yang melahirkan sejumlah seniman nasional seperti dramawan Basuki Rahmat dan Akhudiat itu akan berulang tahun ke-45 pada 20 Desember mendatang dan sedang memproduksi sejumlah pementasan kesenian untuk merayakannya.

"Tapi sejumlah stakeholder yang dulu selalu menyokong biaya produksi kesenian Bengkel Muda sekarang sudah menganaktirikan kami," ujar Rokim Dakas, salah seorang seniman Bengkel Muda Surabaya.

Pernyataan Rokim Dakas itu sekaligus menjelaskan kenapa dalam satu dasawarsa terakhir Bengkel Muda Surabaya mati suri.

Produksi kesenian terakhir Bengkel Muda Surabaya adalah pementasan teater lakon "Pesta Pencuri" padatahun 2007. Setelah itu menggarap lakon "Bui" pada bulan Juli lalu, yang diproduksi hanya untuk memenuhi undangan Festival Drama Jawa Timur 2017 di Surabaya yang bertema "Membaca Akhudiat".

Menurut Rokim, untuk menyambut ulang tahun Bengkel Muda Surabaya ke-45 pada Desember mendatang, para seniman yang tergabung dalam komunitas ini telah menggelorakan semangat terlahir kembali dan bertekad menyiapkan sejumlah produksi pementasan untuk merayakannya.

Tapi semangat reborn itu hampir luruh setelah beberapa kali menggelar proses latihan untuk memenuhi konsumsinya saja tidak mampu.

"Lalu kami melihat bulan Oktober ini ada agenda Pasar Seni Lukis Indonesia 2017, yang ketua penyelenggaranya, M. Anis, adalah anggota Bengkel Muda Surabaya juga," ujarnya.

Rokim pun melobi Anis agar menyedekahkan satu stan sebagai tempat penggalangan dana dengan cara menjual lukisan karya seniman-seniman Bengkel Muda Surabaya, agar semangat kebangkitan untuk menggelar sejumlah produksi pementasan pada ulang tahunnya yang ke- 45 pada Desember mendatang bisa terealisasi.

Maka jadilah satu stan berukuran sempit, sekitar 2 x 3 meter, diberikan Anis sebagai ruang untuk menggugah kepedulian masyarakat terhadap komunitas seniman Bengkel Muda Surabaya, agar setidaknya bisa menggelar pentas memperingati ulang tahunnya yang ke- 45 pada 20 Desember mendatang.

Stan itu diisi oleh sejumlah lukisan karya seniman Bengkel Muda Surabaya, yaitu Rokim Dakas, Widodo Basuki, Poerono Sambowo, Endang Perca, Nasar Bathati, dan Hermin Munif. Keenam pelukis itu sepakat menyisihkan 30 persen penjualan lukisannya demi terselenggaranya pementasan pada perayaan ulang tahun Bengkel Muda Surabaya ke- 45.

Selanjutnya Rokim berharap dari ajang Pasar Seni Lukis Indonesia 2017 ini seniman Bengkel Muda Surabaya benar-benar reborn, tak hanya sampai pada perayaan ulang tahunnya yang ke- 45 pada Desember mendatang, melainkan menjadi titik pijak untuk kembali bangkit dan turut meramaikan kancah kesenian nasional seperti pada masa jayanya dulu di era 1970 hingga 1990-an. 

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo/ Hanif Nashrullah
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Cara seniman dan komunitas sambut pelantikan presiden

Komentar