Aktris Italia ini mengaku diperkosa Harvey Weinstein

Aktris Italia ini mengaku diperkosa Harvey Weinstein

Asia Argento bersama kekasihnya Anthony Bourdain (Instagram/@asiaargento )

Roma (ANTARA News) - Aktris Italia Asia Argento, salah satu dari beberapa perempuan yang menuduh produser film Hollywood Harvey Weinstein melakukan pelecehan seksual, Senin (16/10), sekarang mengklaim bahwa sang produser memperkosanya.

"Sutradara besar Hollywood bersama komponis Napoleon memberi saya gabungan ekstasi, alkohol dan obat perangsang GHB (gamma-Hydroxybutyric acid) dan  memerkosa saya secara tidak sadar," katanya dalam satu cuitan yang memicu kemarahan di Italia pada Senin.

Dia tidak menyebutkan terduga penyerangnya, dan menulis cuitan lain:  "Saya sama sekali tidak menyebut nama penyerangnya atau memberi indikasi untuk mengidentifikasinya. Karena itu, bagi mereka yang mengaku tahu, menulis namanya di sini atau di tempat lain, sepenuhnya bertanggung jawab atas tindakan mereka."

Di tengah viralnya hastag #quellavoltache, yang mengungkapkan penyerangan seksual terhadap perempuan Italia, Argento mengatakan bahwa dia juga menjadi korban pelecehan di Italia.

"Seorang sutradara atau aktor Italia mengeluarkan alat vitalnya ketika saya berusia 16 tahun dan dalam trailernya untuk mendiskusikan ‘peran’ tersebut," tulisnya, kembali tanpa menyebut nama sutradara itu.

Pekan lalu, Argento mengatakan kepada majalah New Yorker bahwa dia diperkosa oleh Weinstein pada 1997 di sebuah kamar hotel di Cote d’Azur, yang dianggapnya sebagai "trauma yang mengerikan."

Dia mengaku terlibat hubungan seksual lain dengan sang produser sampai 2002. Dia mengaku setuju melakukan hubungan itu tetapi dia mengatakan dia merasa terpaksa menuruti keinginannya.

"Weinstein itu predator, dan dia melakukannya dengan ratusan perempuan, dan jika skandal tersebut tidak terkuak lebih cepat, itu karena dia menekan semua pihak, surat kabar dan jurnalis," ujar Argento dalam sebuah wawancara di edisi harian La Stampa pada Minggu, AFP.


Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar