counter

Topan Lan tinggalkan banjir dan tiga korban tewas di Jepang

Topan Lan tinggalkan banjir dan tiga korban tewas di Jepang

Seorang perempuan bersepeda melewati poster-poster pemilihan dekat sebuah tempat pemungutan suara di Tokyo saat Topan Lan mendekati daratan Jepang, Minggu (22/10/2017). (REUTERS/Toru Hanai/cfo/17)

Tokyo (ANTARA News) - Topan yang dengan cepat melemah mendarat di Jepang pada Senin, memicu tanah longsor dan banjir yang mendorong perintah evakuasi bagi puluhan ribu orang, namun kemudian menuju ke laut setelah melewati ibu kota Tokyo.

Tiga orang dilaporkan tewas, ratusan penerbangan pesawat dibatalkan, dan layanan kereta terganggu akibat Topan Lan, yang mempertahankan kekuatannya sampai tiba di Tokyo barat pada Senin dini hari.

Korban tewas terdiri atas seorang pria berusia 60-an tahun yang sedang melewati bangunan ambruk menimpanya, seorang nelayan yang sedang merawat perahu, dan orang ketiga yang tewas tertimbun tanah longsor di dalam rumahnya menurut laporan media setempat.

Dua korban lainnya koma akibat luka dan satu orang hilang menurut siaran televisi pemerintah NHK. Hampir 90 orang lainnya menderita luka ringan.

Sungai-sungai meluap di beberapa bagian Jepang dan kapal nelayan terlempar ke daratan. Sebuah kapal kontainer terdampar setelah tersapu ke dinding pelabuhan, namun 19 awaknya selamat.

Sekitar 80.000 orang di Koriyama, kota yang terletak 200 kilometer utara Tokyo, diperintahkan mengungsi saat sebuah sungai hampir meluap menurut laporan NHK, dan beberapa ratus rumah di barat Jepang kebanjiran.

"Cucu saya tinggal di sana. Rumahnya baik-baik saja, tapi daerahnya banjir, dan mereka tidak bisa keluar," demikian kesaksian seorang  pria kepada NHK.

Topan Lan telah melemah ke Badai Kategori 2 saat mendarat Senin pagi, menyapu pinggir Tokyo, setelah berada di utara selama berhari-hari sebagai Badai Kategori 4 menurut situs pemantau Tropical Storm Risk.

Lan adalah kata-kata dari pulau Marshall yang berarti "badai" menurut warta kantor berita Reuters.

Pusat badai tersebut berada di Pasifik, timur laut Tokyo, pada Senin sore dan bergerak ke arah timur laut pada kecepatan 75 kilometer per jam, menurut Badan Meteorologi Jepang.

Sekitar 350 penerbangan dibatalkan dan layanan kereta api terganggu di Jepang, meskipun sebagian besar kereta komuter tetap beroperasi lancar di Tokyo. (Uu.KR-DVI/

Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar