Blitar perkenalkan produk topeng bulu pada IQE ke-5

Blitar perkenalkan produk topeng bulu pada IQE ke-5

Arsip: Perajin menyelesaikan pembuatan kerajinan hiasan topeng tembaga di sebuah industri rumahan di Desa Mijen, Kebonagung, Demak, Jawa Tengah, Jumat (4/8/2017). (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Makassar (ANTARA News) - MBlitaran Indian Art, salah satu kelompok usaha ekonomi kreatif asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur, memperkenalkan produk kerajinan topeng bulu pada kegiatan Indonesia Quality Expo (IQE) ke-5 yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kami membawa sejumlah produk seperti kerajinan tangan dan makanan olahan, namun yang menjadi andalan kami adalah topeng bulu yang dibuat dari bahan dasar bulu ayam," kata pelaku usaha topeng bulu asal Blitar, Isac di Makassar, Rabu.

Menurut dia, produk ini menonjolkan ciri khas daerah asalnya, namun cukup unik karena tampak menyerupai topeng ala suku Indian.

Ia mengatakan topeng bulu ayam ini merupakan produksi dari salah satu Kampung Bulu di Blitar yang khusus membuat kerajinan tangan dari bahan bulu hewan.

"Awal pembuatan topeng ini terinspirasi dari banyaknya bulu ayam khas dari Kampung Bulu yang tidak dimanfaatkan, padahal peluang pasarnya besar dan memiliki nilai jual yang tinggi," katanya.

Ia mengatakan pada 2005 pelaku usaha di Blitar mulai berinovasi membuat topeng Indian rasa Java atau Jawa itu kini memiliki nilai jual yang mencapai ratusan ribu rupiah per buah. Bahkan produk topeng Indian ini juga mulai dipasarkan di luar daerah hingga diekspor ke luar negeri.

"Produk topeng Indian Art khas dari Jawa ini telah kami pasarkan di luar Pulau Jawa, di antaranya Kalimantan, bahkan telah diekspor ke Hongkong dan Taiwan," ujar Isac.

Selain menampilkan produk kerajinan tangan berupa topeng, Stand MBlitarian Art juga menampilkan produk kerajinan gendang, makanan seperti kerupuk tahu dan sambal.

Menurut dia, Blitar yang terkenal sebagai kawasan pengrajin dan perindustrian, pihaknya telah memberdayakan pelaku usaha produksi lokal itu agar mendapatkan keuntungan dan pendapatan yang baik.

MBlitaran Art juga telah mempoduksi barang berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) sejak 2008 dan kini kelompok usaha itu memiliki karyawan sekitar 15 orang yang bekerja pada usaha produksi dan penjualan.

(T.S036/L004)

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar