Sekjen PBB kunjungi pusat konflik di Republik Afrika Tengah

Sekjen PBB kunjungi pusat konflik di Republik Afrika Tengah

Ilustrasi - Pemberontak Seleka menembakkan granat berpeluncur roket (RPG) ke arah tentara Perancis di Bambar, Republik Afrika Tengah, Sabtu (24/5/2014). (ANTARA FOTO/REUTERS/Goran Tomasevic/ox/14.)

Bangassou (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Rabu (25/10), tiba di Kota Bangassou untuk meninjau dengan saksama lokasi yang bergejolak dalam konflik berdarah di Republik Afrika Tengah.

Guterres, yang melakukan kunjungan pertamanya ke salah satu negara paling bermasalah di Afrika sejak memimpin PBB pada Januari, menuruni pesawat dari ibu kota Bangui, tempatnya tiba pada Selasa malam.

Negara miskin tetapi kaya mineral itu telah didrea konflik selama tiga tahun antara milisi rival yang dimulai setelah mantan presiden Francois Bozize digulingkan.

Dengan bertindak di bawah mandat PBB, bekas penguasa kolonial Prancis turut campur dengan mengusir pemberontak muslim Seleka, dan PBB meluncurkan misi penjagaan perdamaian pada 2014.

Namun, negara itu masih tidak stabil dan didera aksi kekerasan.

Ribuan nyawa terenggut dan setengah juta lainnya mengungsi dari total penduduk sekitar 4,5 juta jiwa.

Setelah berkunjung selama beberapa jam, Guterres akan kembali ke Bangui untuk berbicara dengan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh penjaga perdamaian PBB – bagian dari upaya untuk menangani tuduhan yang merusak citra PBB di beberapa misi – dan perwakilan sejumlah LSM.

Republik Afrika Tengah menjadi salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi kelompok kemanusiaan, demikian AFP.  (kn)

Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2017

PBB bersama Sulawesi dan Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar