Xpress Air diwacanakan gantikan maskapai Kalstar Kaltara

Xpress Air diwacanakan gantikan maskapai Kalstar Kaltara

Dokumentasi Transportasi Udara Papua. Penumpang Express Air menuruni tangga pesawat setibanya di Wamena, Selasa (16/9/2014). Pesawat Express Air jenis Boeing 737 seri 200 untuk pertama kalinya melayani route Sentani Jayapura ke Wamena PP, selain itu Wings Air tipe ATR juga akan melayani route yang sama, hal ini untuk menambah kelancaran arus transportasi udara bagi masyarakat di wilayah Papua yang merupakan satu-satunya akses transportasi ke wilayah tersebut.(ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra) ()

Nunukan (ANTARA News) - Maskapai Xpress Air yang berbasis di Makassar, Sulsel diwacanakan menggantikan maskapai Kalstar Aviation di Provinsi Kalimantan Utara yang dihentikan pengoperasiannya sementara waktu oleh Kementerian Perhubungan RI.

Hal ini disampaikan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie di Tanjung Selor, Kamis bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi dari Dinas Perhubungan setempat atas upaya pemerintah pusat mengganti layanan penerbangan di provinsi itu untuk sementara waktu.

Sebab, maskapai Kalstar Aviation belum mendapatkan perpanjangan izin operasi sementara pelayanan penerbangan pada sejumlah bandara di provinsi yang berbatasan dengan Malaysia ini terhambat.

Informasi kedatangan Xpress Air yang melayani penerbangan kawasan timur Indonesia tersebut, maka tentunya memberikan angin segar bagi masyarakat pengguna transportasi udara di daerah itu.

"Kita sudah menjalin komunikasi dengan pihak maskapai Xpress Air dan bersedia menyediakan pesawat yang cocok dengan kondisi bandara di Kaltara ini," kata Irianto Lambrie.

Hanya saja, kepastiannya tetap menunggu dari Kemenhub RI selaku regulator. Kemudian, maskapai Kalstar Aviation yang pengoperasiannya ditutup sementara belum mencabut rutenya sehingga tidak bisa langsung digantikan.

Gubernur Kaltara mengatakan, Xpress Air yang mempunyai 16 pesawat yang menjadi penghubung sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur seperti Jayapura, Sorong, Manado. Ternate dengan pusat di Makassar.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar