Karakas, Venezuela (ANTARA News) - Pemerintah Venezuela telah menangkap 11 pejabat pelaksana perusahaan minyak negara PDVSA dengan tuduhan korupsi, kata Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab pada Kamis (26/10).

Para pejabat tersebut ditangkap awal pekan ini dan dituduh, antara lain, menggembungkan kontrak perusahaan untuk menggelapkan uang negara.

"Sebagai bagian dari penyelidikan mengenai kasus korupsi di Orinoco Oil Belt ... kami telah melakukan 11 penangkapan dalam beberapa jam belakangan," kata Saab dalam satu taklimat.

Sedikitnya 12 kontrak berisi penyimpangan, termasuk harga yang digelembungkan sampai 230 persen, sehingga negara menderita kerugian sampai 200 juta dolar AS, katanya.

Pada September, delapan lagi pejabat perusahaan minyak dicokok dalam kasus korupsi yang sama.

Menurut Saab, sebagaimana dilaporkan Xinhua, pendahulunya, Luisa Ortega, gagal menyelidikan penyimpangan di sektor publik ketika wanita pejabat tersebut memimpin Kementerian Layanan Publik.

Luisa Ortega, anggota Partai Sosialis, yang berkuasa dan menjadi pengeritik lantang pemerintah, meninggalkan negeri itu pada Agustus, setelah ia dilucuti dari jabatannya dan para pejabat membuka penyelidikan mengenai dia dan suaminya.

"Dalam waktu kurang dari delapan pekan, kami telah mencapai apa yang dilakukan mantan pejabat Kementerian Layanan Publik selama 10 tahun, dan hasilnya berbicara buat dirinya," kata Saab.
(Uu.C003)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2017