Abu jenazah raja Thailand dikumpulkan setelah upacara pemakaman

Abu jenazah raja Thailand dikumpulkan setelah upacara pemakaman

Para pelayat berbaris masuk ke Grand Palace untuk memberikan penghormatan kepada almarhum Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand di Bangkok, Thailand, Jumat (14/10/2016). (REUTERS/Jorge Silva )

Bangkok (ANTARA News) - Abu jenazah Raja Bhumibol Adulyadej yang dikremasi, dikumpulkan pada Jumat sebagai bagian dari upacara pemakaman lima hari yang rumit dan menarik ratusan ribu pelayat berpakaian hitam ke kota bersejarah Bangkok.

Raja Bhumibol adalah raja terlama di dunia. Dia meninggal setahun yang lalu saat berusia 88 tahun. Pemerintahan tujuh dasawarsa-nya melalui berbagai peristiwa paling menggemparkan dalam sejarah modern Thailand, termasuk beberapa kudeta, sebuah tindakan keras yang mematikan terhadap pemrotes mahasiswa, bencana alam dan krisis keuangan regional.

Putranya, Raja yang baru Maha Vajiralongkorn, memimpin pembakaran jenazah sang ayah di sebuah krematorium emas dalam sebuah upacara malam yang dramatis di ibukota Thailand, Kamis.

Banyak pelayat menginap untuk menyaksikan asap naik dari krematorium. Beberapa orang menangis hingga saat-saat upacara kremasi mewah senilai  90 juta dolar itu berakhir. 

Pelayat lain bahkan menempuh perjalanan bermil-mil untuk memberi penghormatan terakhir kepada raja mereka.

Berpayung putih dan emas besar, Raja Vajiralongkorn memimpin upacara keagamaan di pagi hari untuk mengumpulkan abu jenazah ayahnya. Dia menaburkan tulang-belulang itu dengan air suci saat musik klasik Thailand dimainkan dalam sebuah upacara yang disiarkan di televisi.

Jenazah tersebut diberkati oleh Patriark Agung Thailand, kepala ordo biksu Buddha. Tulang almarhum raja akan dibawa ke Grand Palace, tempat dia disemayamkan sejak kematiannya Oktober lalu.

Meskipun Thailand tidak melakukan pemungutan suara atas popularitas monarki, karena sebagian undang-undang ketat yang melindungi keluarga kerajaan dari penghinaan, raja membangun pengikut pribadi yang luas dan sering disebut sebagai "ayah".

Dalam sebuah upacara yang dipenuhi dengan warna, tradisi kuno dan pemukulan genderang, sebuah guci kerajaan dibawa dari Grand Palace ke tempat kremasi dalam tiga prosesi pada Kamis.

Upacara tersebut membuat bisnis Thailand terhenti, karena banyak urusan, termasuk bank, ditutup untuk menghormati mendiang raja.

Krematorium raja dibangun istimewa untuk menghormati raja kesembilan Dinasti Chakri itu, yang menampilkan ukiran dan tangga yang rumit dengan patung-patung naga, adapula makhluk setengah manusia dan setengah kobra di antara makhluk mitos lainnya.


Gambar para pelayat yang berpakaian hitam dan sedang memotret momentum tersebut membanjiri media sosial dengan tanda pagar #rama9, #kingofkings dan #thegreatestking. Demikian Reuters.


Pewarta: Sella Pandursa Gareta
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar