Umar Patek kibarkan Merah-Putih saat HUT Kemenkumham

Umar Patek kibarkan Merah-Putih saat HUT Kemenkumham

Arsip: Terpidana kasus terorisme Umar Patek (kanan) saat menjadi petugas pengibar bendera pada upacara HUT ke-72 RI di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Surabaya yang berlokasi di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (17/8/2017). (ANTARA News/HO)

Jakarta (ANTARA News) - Narapidana kasus terorisme Umar Patek menjadi pengibar bendera Merah-Putih saat upacara Hari Ulang Tahun Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HUT Kemenkumham) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Porong Jawa Timur.

"Umar Patek sudah lima kali menjadi pengibar bendera," kata Kepala Lapas Porong Riyanto didampingi Kepala Seksi Bimbingan Lapas Porong Bambang Sugianto melalui keterangan tertulisnya di Jakarta Senin.

Riyanto mengatakan Umar Patek yang menjalani hukuman sebagai terpidana kasus teror sejak 2014 menjadi "langganan" pengibar bendera upacara HUT Kemerdekaan RI pada 2015-2017, Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2016.

Riyanto menuturkan mantan teroris yang sempat disegani dunia itu terlihat antusias menjadi pengibar bendera dengan inspektur upacara Kepala Kantor Wilayah Kumham Provinsi Jawa Timur Susi Susilowati tersebut.

"Umar Patek terlihat gembira lantaran mengenakan pakaian adat Madura dan selalu meneteskan air mata saat memberikan aba-aba siap," ujar Riyanto.

Pada upacara sebelumnya, Riyanto mengatakan Umar Patek selalu mengenakan celana Paskibra dan baju warna putih.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Mamun memuji keberhasilan pengelola Lapas Porong membina mantan teroris yang dicari Amerika Serikat tersebut.

"Kita selalu bersinergi dengan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan pihak terkait lainnya agar napi teroris kembali ke NKRI," ujar Mamun.

Pada kesempatan itu, Lapas Porong meresmikan pesantren, balai pelatihan kejar Paket A, B dan C, pelatihan keterampilan berupa pembuatan pemurni garam, membatik dan produksi tempe.

Selain itu, Lapas Porong bekerja sama dengan salah satu bank milik pemerintah mendirikan "Kantin Jempol" dan memberlakukan transaksi tanpa tunai menggunakan sidik jari guna mengantisipasi pungutan liar dan peredaran uang di lapas.

(T.T014/A011)

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar