Menteri Pendidikan hadiri Leaders Forum UNESCO di Paris

Menteri Pendidikan hadiri Leaders Forum UNESCO di Paris

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy . (ANTARA/Widodo S. Jusuf) ()

London (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menghadiri Leaders Forum, dan General Plenary Debate untuk membacakan National Statement dari Indonesia dalam Sidang Umum UNESCO ke 39 yang secara resmi dibuka di Kantor Utama UNESCO di Paris, Selasa.

Duta Besar/Alternat Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, T. A. Fauzi Soelaiman kepada Antara London, Selasa sidang umum UNESCO dibuka Getachew Engida dari Namibia, Presiden Sidang Umum UNESCO ke-38, yang melaporkan kegiatannya selama dua tahun terkhir dalam memimpin Sidang Umum itu.

Pembukaan dimulai dengan peresmian penggunaan ruang sidang utama UNESCO atau Ruang I oleh penyandang dana yaitu Sheikh Hamdan bin Rashid Al-Maktoum, Wakil Penguasa Kementrian Keuangan dari United Arab Emirates (UAE), setelah diperbaiki tahun lalu menelan biaya 6,2 juta dolar Amerika.

Engida yang menjadi Presiden Sidang Umum melemparkan lima pertanyaan untuk dijawab para peserta demi kemajuan UNESCO ke depan. Pembukaan ini kemudian diikuti oleh pertunjukan oleh Paduan Suara UNESCO dan pernyataan rekomendasi kepada peserta sidang oleh dua orang remaja yang mewakili Forum Remaja (Youth Forum).

Ketua Badan Eksekutif UNESCO, Dubes Michael Worbs dari Jerman memberikan laporannya yang telah memimpin Badan Eksekutif selama dua tahun sebelumnya. Worbs juga membahas mengenai situasi dana UNESCO yang tengah bermasalah sejak tahun 2011 dan mengajak anggota UNESCO untuk bersatu dalam menyelesaikan masalah keuangan ini.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal (Dirjen) UNESCO, Irina Bokova dari Bulgaria menekankan kekuatan utama UNESCO berasal dari nilai serta cita-cita luhur UNESCO untuk menciptakan perdamaian dunia melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, informasi, dan komunikasi.

Dirjen UNESCO juga meminta dukungan penuh dari negara anggota kepada UNESCO agar dapat menjalankan mandat serta program kegiatannya secara penuh.

Dubes T. A. Fauzi Soelaiman mengatakan Sidang Umum ke-39 ini merupakan momen bersejarah mengingat ini merupakan Sidang Umum pertama UNESCO dipimpin Presiden sidang perempuan yang berasal dari kawasan Arab. Dubes Zohour Alaui, yang berasal dari Maroko ditetapkan sebagai Presiden Sidang Umum UNESCO ke-39. Selain itu, 6 negara Asia-Pasifik termasuk Indonesia ditetapkan sebagai Wakil Presiden Sidang Umum UNESCO, ujar Fauzi Soelaiman.

Dikatakannya kerja sama Indonesia dengan UNESCO dan perannya dalam dunia pendidikan disebutkan dalam laporan Dirjen UNESCO, antara lain proyek pembersihan Candi Borobudur melibatkan sukarelawan lokal yang dipandang mempromosikan dialog antar kelompok dan agama, penyelenggaraan World Press Freedom Day (2017) di Jakarta, serta peran Presiden RI bekerja sama dengan UN Special Envoy for Global Education sebagai co-convener dan Education Champion.

Sidang Umum ini juga spesial karena pada sidang ini, selain untuk menyetujui program dan budget UNESCO ke depan, akan dilakukan pemilihan Direktur Jendral UNESCO yang baru. Diperkirakan calon dari Prancis, Ms Audrey Azoulay, yang diajukan Sidang Badan Eksekutif di awal Oktober ini, akan mendapatkan dukungan peserta Sidang Umum di pemilihan pada tanggal 10 November mendatang . Audrey Azoulay diperkirakan akan menggantikan Irina Bokova yang berasal dari Bulgaria yang menjabat menjadi Dirjen UNESCO selama 8 tahun terakhir.

Pembukaan Sidang Umum ini dihadiri oleh Dubes Indonesia untuk Prancis, Monako dan Andorra yang juga Delegasi Tetap RI untuk UNESCO,Hotmangaradja Pandjaitan, Duta Besar/Alternat Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, T. A. Fauzi Soelaiman dan Kepala ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia), Mustari Irawan beserta staf dari Kantor Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Kementrian Luar Negeri, ANRI, dan Sekretaris Negara. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dijadwalkan akan hadir keeseokan harinya untuk acara Leaders Forum, dan General Plenary Debate untuk membacakan National Statement dari Indonesia.

Sidang Umum UNESCO hari pertama menerima permohonan Caledonia Baru menjadi Associate Member UNESCO. Saat ini, anggota UNESCO berjumlah 195 negara, termasuk Palestina, dan 11 Associate Member, demikian Dubes T. A. Fauzi Soelaiman.

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

KPAI minta Mendikbud prioritaskan penanganan kekerasan di sekolah

Komentar