Jakarta (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pemerintah tidak akan memblokir aplikasi pesan "WhatsApp" terkait munculnya konten bernuansa pornografi dalam format "graphics interchange format" atau GIF dalam aplikasi tersebut.

Menteri Rudiantara menjelaskan pemerintah lebih fokus untuk menghilangkan konten GIF itu sendiri daripada memblokir aplikasi yang masih banyak digunakan masyarakat tersebut.

"Whatsapp itu seperti supermarket. Kami sampai saat ini tidak menutup supermarketnya karena orang masih masuk ke dalamnya. Kami fokus pada barang busuknya itu senditi, GIF, yang sudah mulai berkurang," kata Rudiantara usai di usai menghadiri acara di Kantor BPS Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan meski pemblokiran konten negatif tersebut belum mencapai 100 persen, Kementerian Kominfo dan operator penyelenggara sudah memblokir Tenor, penyedia GIF.

Keenam domain name system (DNS) Tenor yang sudah diblokir Kemkominfo, yaitu tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com, dan media1.tenor.com.

Selain itu, ia juga mengapresiasi operator penyelenggara internet yang sudah melakukan pemblokiran terhadap Tenor walaupun tidak dilakukan bersamaan dan perlu waktu lebih.

Sebelumnya, Kemkominfo telah memberikan waktu 2x24 jam terhitung sejak Senin (6/11) agar pihak WhatsApp segera menarik konten bermuatan negatif dalam aplikasi mereka.

Ada pun untuk memastikan agar konten bermuatan asusila tidak kembali muncul, Kemkominfo akan melakukan monitoring terus menerus dan mengimbau masyarakat untuk menyampaikan laporan.

"Konten ini miliaran. Barangkali ada yang lolos juga, makanya saya meminta dukungan dari masyarakat. Sampaikan pada kami," kata dia.

(T.M053/I007)

Pewarta: Mentari Dwi
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017