Sejumlah organisasi pemerhati kesehatan rapatkan barisan sosialisasi dampak buruk tar terhadap kesehatan

Jakarta (Antara) -- Dalam rangka mensosialisasi dan mengedukasi masyarakat seputar dampak buruk tar terhadap kesehatan, beberapa organisasi pemerhati kesehatan di Indonesia mendirikan Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR).

Koalisi ini beranggotakan sejumlah organisasi pemerhati kesehatan yakni Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Tar Free Foundation, Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI), serta Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI).

“Selama ini, orang lebih banyak mendiskusikan mengenai bahaya nikotin yang menyebabkan kecanduan. Padahal, TAR jauh lebih berbahaya karena mengandung zat-zat karsinogenik yang dihasilkan dari pembakaran rokok,” ujar Ketua KABAR Prof. Achmad Syawqie lewat keterangan tertulis.

Koalisi ini, lanjut Syawqie, berkomitmen untuk berkontribusi dalam mendorong lahirnya solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan yang timbul dari rokok, dengan mengedepankan informasi berbasis penelitian ilmiah dan teknologi.

Sebagai catatan, salah satu agensi kesehatan dibawah Kementerian Kesehatan Inggris Raya, Public Health England, pada 2015, merilis hasil penelitian yang menunjukan bahwa produk nikotin yang dipanaskan menurunkan risiko hingga 95 persen dari rokok yang dikonsumsi dengan cara dibakar.

Ketua APVI Aryo Andrianto menambahkan, KABAR akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam penelitian ilmiah terkait pendalaman produk tembakau alternatif di Indonesia.

"Kami berharap KABAR bisa memberikan kontribusi dan mendorong berbagai pihak untuk melakukan penelitian dan kajian ilmiah yang sama demi menurunkan risiko kesehatan masyarakat akibat TAR," pungkas Aryo.


Untuk lebih jauh mendukung upaya edukasi dan sosialisasi bahaya tar terhadap kesehatan, KABAR juga telah meluncurkan situs www.no-tar.org yang berisi berbagai kajian ilmiah, data, dan informasi seputar beragam produk tembakau alternatif.

 

 

Pewarta: prwir
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar