Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengemukakan, sekitar 10 anak usaha BUMN akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 2018.

"Kalau dibilang sepuluh perusahaan, ada. Tahun ini ada empat anak usaha BUMN yang melaksanakan IPO pada tahun ini," ujar Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro di Jakarta, Kamis.

Kendati demikian, ia belum dapat merinci anak usaha BUMN yang IPO pada 2018 mendatang. Perusahaan-perusahan itu masih menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2018.

"Tidak bisa sebut nama sampe RKAP," ucapnya.

Pada tahun ini, Aloysius Kik Ro menyebutkan empat anak usaha BUMN yang IPO yakni PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI), PT PP Presisi, PT Wika Gedung, dan PT Jasa Armada Indonesia (JAI). Dan GMFI telah resmi tercatat di BEI pada 10 Oktober 2017.

"Sebentar lagi, PT PP Presisi akan dicatatkan, setelah itu Wika Gedung, dan Jasa Armada Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya untuk mendorong BUMN maupun anak usahanya untuk melakukan IPO.

"Kami sangat mendorong BUMN maupun anak usahanya untuk menggunakan pasar modal sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan. Dengan go public, BUMN akan didorong untuk mandiri dalam mencari pendanaan dan tidak bergantung pada pemerintah," ujar

Melalui aksi korporasi itu, lanjut dia, BUMN maupun anak usaha dapat mengembangkan bisnisnya lebih luas dan meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Selain itu, permodalannya juga akan meningkat, dengan begitu pertumbuhannya bisa lebih cepat.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2017