Bukan gejala tapi komplikasi diabetes yang perlu ditakuti

Bukan gejala tapi komplikasi diabetes yang perlu ditakuti

Diabetes berhubungan dengan komplikasi pada organ tubuh (ANTARA News/ slide presentasi Dr. Wismandari Wisnu, SpPD/Lia Wanadriani Santosa )

Jakarta (ANTARA News) - Terkadang seseorang tak menyadari kalau dirinya menyandang diabetes karena gejala yang muncul bisa saja tak terasa.

Kadar gula yang tinggi bila tak mendapat penanganan bisa memunculkan gangguan di organ tubuh lain, atau komplikasi dan inilah yang mesti diwaspadai, kata Ketua Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, Dr. dr Imam Subekti, SpPD-KEMD.

"Apa yang ditakuti dari diabetes? Bukan gejala. Karena kadang tak terasa. Kalo sudah ada gejala, proses gula tinggi sudah lama. Tetapi komplikasinya yang ditakuti. Kalau sudah komplikasi tidak bisa mundur lagi," ujar dia di Jakarta, Kamis.  

Sejumlah organ yang bisa terganggu antara lain jantung, mata, saraf, ginjal, tungkai. Oleh karenanya, penyandang diabetes tak semata mengalami gejala khas seperti sering haus, sering lapar, sering buang air kecil di malam hari dan berat badan turun tanpa diketahui sebabnya.

Mereka juga mengalami gejala lain yang berhubungan dengan organ tubuh yang terganggu, misalnya mudah mengantuk, luka susah sembuh, gatal, kaki kesemutan, impotensi, keputihan, dan penglihatan buram.  

"Komplikasi, karena kena organ lain, sakit jantung, stroke, gagal ginjal, masalah di tungkai, gangguan di mata, depresi dan gangguan saraf," kata Dr. Wismandari Wisnu, SpPD, dalam kesempatan yang sama.  

Oleh karena itu, deteksi dini diabetes bisa dilakukan dengan cara memeriksakan kadar gula darah rutin terutama untuk usia 40 tahun ke atas, agar tak memunculkan komplikasi.

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar