counter

PBB: pelonggaran blokade Yaman belum cukup

PBB: pelonggaran blokade Yaman belum cukup

Arsip Foto. Jenazah pengungsi Somalia yang tewas akibat serangan udara di lepas pantai pelabuhan Laut Merah Hodeidah, Yaman, Jumat (17/3/2017). (REUTERS)

Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB, Amerika Serikat (ANTARA News) - Koalisi pimpinan Arab Saudi masih memblokir pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Yaman meski Pelabuhan Aden dan pos perbatasan darat sudah dibuka kembali, kata juru bicara PBB, Jumat (10/11).

"Pergerakan pegiat kemanusiaan ke Yaman masih diblokir," kata Russell Geekie, juru bicara kantor bantuan kemanusiaan PBB, OCHA.

"Pembukaan kembali pelabuhan di Aden tidak cukup. Kami ingin melihat blokade di seluruh pelabuhan dicabut, terutama di Hodeida, untuk tujuan kemanusiaan dan impor komersial."

Koalisi menutup perbatasan Yaman pada Senin sebagai tanggapan terhadap serangan rudal yang diluncurkan pemberontak Houthi, yang berhasil dicegat di dekat bandara Riyadh, Arab Saudi.

Kepala bantuan PBB Mark Lowcock mengatakan kepada Dewan Keamanan pekan ini bahwa jika blokade tidak dicabut, Yaman akan menghadapi bencana "kelaparan terbesar yang pernah terjadi dunia selama beberapa dekade, dengan jutaan korban."

Setelah menerima teriakan dari PBB, koalisi pada Rabu membuka kembali pelabuhan Aden, yang dikuasai pasukan pemerintah pro-Saudi, dan pada Kamis membuka pos perbatasan darat di Wadea di perbatasan Saudi-Yaman.

Namun Geekie mengatakan bahwa tidak ada bantuan yang masuk ke Aden dan pembukaan kembali perbatasan Wadea tidak berdampak signifikan pada operasi PBB.

Pelabuhan di Hodeida, yang berada di wilayah yang dikuasai pemberontak, merupakan kunci bagi upaya bantuan PBB kepada mayoritas orang yang membutuhkan.

Koalisi menuduh pemberontak menggunakan pengiriman bantuan untuk menyelundupkan senjata.

Sebelum blokade, badan-badan PBB mengirimkan bantuan makanan dan obat melalui pelabuhan Hodeida, Saleef dan Aden.

"Tidak ada alternatif bagi pelabuhan-pelabuhan ini untuk sepenuhnya berfungsi dan menerima kargo-kargo bantuan dan komersial," kata Geekie sebagaimana dikutip AFP.

PBB telah menempatkan Yaman sebagai krisis kemanusiaan nomor satu di dunia dengan 17 juta orang membutuhkan bantuan makanan dan tujuh juta di antaranya berisiko kelaparan.

Lebih dari 2.000 warga Yaman sudah tewas akibat wabah kolera yang sekarang berdampak pada sekitar satu juta orang.

Arab Saudi dan sekutunya memulai melakukan intervensi di negara tetangganya Yaman pada Maret 2015 untuk mengusir pemberontak Houthi yang didukung Iran, yang menguasai ibu kota Sanaa, dan memulihkan pemerintahan Abedrabbo Mansour Hadi.(mr)

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar