Garuda Online Travel Fair targetkan Rp175 miliar

Garuda Online Travel Fair targetkan Rp175 miliar

Dokumentasi pengunjung mencari info pemesanan tiket pada pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) di Balai Sidang Jakarta, Jumat (22/9/2017). GATF Fase Kedua pada 22-24 September 2017 dengan mengangkat tema "Digital Experience" itu menargetkan total pendapatan sebesar Rp501 miliar. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Jakarta (ANTARA News) - Pekan Perjalanan Garuda Indonesia Dalam Jaringan Fase 3 (Garuda Indonesia Online Travel Fair Phase 3) digelar 21-30 November 2017 menargetkan pendapatan sebesar Rp175 miliar, 2 juta pengunjung website dan 50.000 pengunduh baru aplikasi seluler.

Direktur Pemasaran & TI PT Garuda Indonesia Tbk, Nina Sulistyowati, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa, mengatakan, kegiatan rutin itu salah satu bentuk dukungan Garuda Indonesia untuk mencapai target kunjungan wisata.

"GOTF Phase 3 ini juga kami laksanakan di kantor-kantor perwakilan kami di luar negeri. Kami juga telah menyiapkan enam destinasi domestik unggulan yaitu Belitung, Denpasar, Jogjakarta, Labuan Bajo, Sorong, dan Manado," katanya.

Menurut dia, tingginya aktivitas perjalanan serta banyaknya tuntutan akan kemudahan dalam mengakses tiket perjalanan membuat perusahaan harus secara aktif melaksanakan berbagai langkah inovatif untuk memenuhi tuntutan tersebut.

"Mengingat transaksi digital terutama dalam pembelian tiket pesawat secara?online?terus meningkat dari tahun ke tahun, kedepannya kami akan mengedepankan pangsa pasarnya melalui penjualan secara digital," katanya.

Staf Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata Kementerian Pariwisata, Judi Rifajantoro, mengapresiasi pelaksanaan pameran perjalanan daring itu lantaran sejalan dengan program prioritas Kementerian Pariwisata yaitu pariwisata digital dalam mempromosikan pariwisata Indonesia.

Dia mengatakan tren wisatawan dunia kini mulai beralih ke pijaka digital karena dirasa lebih mudah, cepat dan personal.

"Data menunjukan bahwa 70 persen mencari dan memyebarkan melalui media digital. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri pariwisata untuk memenuhi kebutuhan ini. Pelaksanaan GOTF merupakan langkah yang tepat?untuk menjadi salah satu solusi untuk memenuhi tuntutan masyarakat dalam era digitalisasi ini," katanya.

Pada 2017 ini PT Garuda Indonesia telah melaksanakan GOTF Phase 1 pada bulan Maret-April 2017 lalu yang berhasil memperoleh pendapatan penjualan sebesar Rp162 miliar, 1,7 pengunjung website dan 32.000 pengunduh baru aplikasi seluler Garuda Indonesia.

Sementara itu, GOTF Phase 2 dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 lalu dan berhasil meraih penjualan sebesar Rp173 miliar dengan hampir 2 juta pengunjung website, dan lebih dari 50.000 pengunduh baru aplikasi seluler.

Khusus GOTF Phase 3, akan dilaksanakan secara bertahap pada tanggal 21-23 November untuk First Class dan Bisnis Class serta tanggal 24-30 November untuk semua kelas.

Pada pelaksanaan GOTF Phase 3 ini, PT Garuda Indonesia bekerjasama dengan PT Bank HSBC Indonesia sebagai bank mitra.

Dewi Tuegeh, Head of Customer Value Manajemen Bank HSBC Indonesia, menilai tren transaksi pembelian tiket pesawat secara?online?di masyarakat yang meningkat memotivasi perbankan itu untuk dapat mengakomodir preferensi masyarakat tersebut.

"Kami juga mempromosikan GOTF ini di website HSBC di HongKong, China, Malaysia, Singapura dan Inggris, jadi nasabah kami di negara-negara itu juga bisa menikmati GOTF, dan keindahan yang ditawarkan Indonesia," ujar Tuegeh.

Direktur Retail Banking and Wealth Management PT Bank HSBC Indonesia, Blake Hellam, optimistis dengan jaringan luas perbankan tersebut, kolaborasi dua perusahaan itu ideal untuk mempopulerkan destinasi wisata Indonesia.

"Kami bangga bisa bekerja sama dalam Garuda Online Travel Fair Phase 3. Dengan jaringan kami yang luas baik secara global maupun lokal, kami percaya kami adalah mitra yang tepat bagi GOTF terutama untuk membawa destinasi Indonesia untuk lebih dikenal oleh masyarakat global," pungkasnya. 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar