Bupati Purbalingga ajak masyarakat menanam pohon

Bupati Purbalingga ajak masyarakat menanam pohon

Arsip: Petugas Perhutani RPH Sukaraja menyiram persemaian pohon Mahoni Afrika (Khaya Anthoteca) untuk reboisasi dan penghijauan hutan di Tempat Penampungan Kayu (TPK) Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Feri Purnama)

Purbalingga (ANTARA News) - Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, Tasdi, mengajak masyarakat di wilayah tersebut untuk menanam pohon guna menjaga kelestarian lingkungan.

"Program menanam pohon, program penghijauan, itu penting, harus dilakukan," kata Bupati Purbalingga, Tasdi di Purbalingga, Rabu.

Bupati mengingatkan masyarakat, pentingnya menjaga alam dan melestarikan lingkungan.

"Mari bersama-sama menjaga alam, minimal, menjaga alam dengan cara tidak merusak alam. Jangan hanya kita memetik hasilnya saja, tetapi juga kita berupaya menjaganya," katanya.

Contoh yang bisa dilakukan, kata dia, menjaga hutan agar tetap lestari, mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan lain sebagainya.

"Sebagai bagian dari upaya melestarikan lingkungan, perlu dikembangkan juga pupuk organik," katanya.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga, kata Bupati, telah melakukan sejumlah upaya guna melestarikan lingkungan.

Contohnya, kegiatan penanaman pohon pada rangkaian Festival Gunung Slamet (FGS) 2017 beberapa waktu yang lalu.

Pada acara tersebut, dilakukan penanaman 35 ribu bibit pohon suren yang ditanam di desa-desa di wilayah Kecamatan Karangreja, yang berada di kaki Gunung Slamet.

Acara itu meraih rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

(T.W004/I006)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar