Jakarta (ANTARA News) - Pebalap muda Indonesia Sean Gelael bersama dengan rekan satu timnya di Pertamina Arden, Norman Nato bertekad menutup musim balap Formula 2 tahun ini di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, 25-26 November dengan poin mengingat persiapannya sudah maksimal.

Apa yang diharapkan tim yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia ini, berdasarkan keterangan resmi tim yang diterima media di Jakarta, Kamis, salah satunya adalah untuk mengamankan posisi enam klasemen terakhir tim balapan satu level di bawah Formula 1 itu.

Tim Pertamina Arden saat ini mengoleksi 108 poin atau hanya unggul enam angka atas tim MP Motorsport. Dengan demikian dua balapan yang akan dihadapi yaitu feature dan sprint harus dimaksimalkan untuk meraih poin yang diharapkan.

 "Ini akan menjadi balapan yang sulit. Meski demikian kami akan berupaya mencetak poin. Mudah-mudahan kami tidak mengalami kendala teknis selama balapan berlangsung," kata Sean Gelael dalam keterangannya.

Apa yang diharapkan oleh anak pasangan Ricardo dan Rini Gelael ini juga diharapkan oleh Norman Nato. Pebalap asal Prancis ini mengaku tidak akan membuang kesempatan terakhir yang dimiliki musim balap tahun ini. Poin memang menjadi target utama.

"Balapan sebelumnya memang menjadi pelajaran bagi kami. Tentunya kami ingin menutup balapan musim ini dengan hasil yang bagus. Kami ingin mencetak poin dan mengamankan posisi tim di peringkat enam," kata Nato.

Sepanjang musim balap 2017 ini, setiap kali Pirelli menyediakan dua ban paling lunak, Tim Pertamina Arden selalu kesulitan mendapatkan angka. Pertama di Monako, dimana mereka tidak membawa pulang angka sama sekali.

Kemudian pada balapan di Austria. Sean membawa pulang satu poin, sementara Norman meraih dua poin. Total tiga poin yang dibawa pulang Tim Pertamina Arden ini tergolong minim, mengingat mereka pernah meraih 25 angka dalam satu seri.

Tim Pertamina Arden meraih tiga poin tertinggi dalam satu seri, yaitu 25 poin di Baku, 24 poin di Silverstone dan 18 poin di Bahrain ketika Pirelli menyediakan ban hard atau medium. Sementara Sean Gelael meraih poin maksimalnya dalam satu seri, 14 poin ketika menggunakan ban basah dan ban kering medium di Monza, Italia.

Untuk bisa mencetak angka, Sean dan Nato memang mesti ?bekerja keras karena sasis Arden bukan yang terbaik dalam mengoptimalkan penggunaan ban. Karenanya, ketika ban yang Pirelli sediakan berjenis sangat lunak Tim Pertamina Arden tidak bisa tampil maksimal sehingga kesulitan mendapatkan angka.


Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017