Yogyakarta (ANTARA News) - Petugas dari Tim SAR Gabungan menghentikan sementara proses evakuasi terhadap satu korban yang masih tertimbun longsor di Kampung Jlagran, Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Yogyakarta.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Wahyu Pristiawan di lokasi kejadian, Selasa malam, mengatakan proses evakuasi yang dihentikan pukul 19.30 WIB disebabkan kondisi keamanan di lokasi kejadian.

"Ada kendala faktor keamanan saja. Kami putuskan untuk dihentikan dan dilanjutkan besok pagi," kata dia.

Ia mengatakan kondisi di sekitar lokasi kejadian berpotensi terjadi longsoran berikutnya karena hujan lebat diperkirakan masih akan mengguyur Yogyakarta dan sekitarnya.

Menurut dia, tidak jauh dari lokasi kejadian yang berlokasi di pinggir Sungai Winongo itu terdapat satu pohon melinjo yang berpotensi roboh sehingga membahayakan tim dalam mengevakuasi korban.

"Update terakhir dari citra satelit diperkirakan masih akan terjadi hujan terus menerus," kata dia.

Pristiawan memperkirakan satu korban bernama Barjono (70) tertimbun reruntuhan tidak jauh dari lokasi penemuan dua korban lainnya Ambar (40) dan Aurora (3 bulan) yang telah berhasil dievakuasi. "Kalau diidentifikasi tidak jauh dari kamar tempat dua korban sebelumnya ditemukan," kata dia.

Adapun untuk dua korban lainnya, kata dia, saat ini telah dibawa ke RS Sardjito dalam keadaan meninggal dunia. Dua korban merupakan lansia dan satu balita.

Sebelumnya, peristiwa longsor di pinggir Sungai Winongo pada Selasa siang menimpa satu rumah warga di Kampung Jlagran RT 01 RW 001, Pringgokusuman, Yogyakarta. Rumah tersebut diketahui dihuni 6 orang. Tiga orang berhasil menyelamatkan diri.

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017