Harga emas perhiasan naik jelang akhir tahun

Harga emas perhiasan naik jelang akhir tahun

Dokumentasi Harga Emas Naik Seorang pekerja menata perhiasan emas di Kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (16/6/2016). Harga jual emas Antam dipatok Rp586 ribu per gram atau naik Rp2.000 per gram dari harga sebelumnya. (ANTARA FOTO/ Wahyu Putro A)

Kendari (ANTARA News) - Harga emas perhiasan di pusat penjualan emas di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami kenaikan menjelang akhir tahun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Pantauan di pusat penjualan emas di Kota Kendari, Rabu, harga perhiasan emas saat ini rata-rata ditawarkan Rp590.000 per gram untuk kadar emas 23 karat atau mengalami kenaikan dibanding sebelumnya yang hanya Rp530.000 hingga Rp535.000 per gram.

"Kalau untuk logam mulia atau emas murni kini dijual Rp650.000 per gram hingga Rp655.000 per gram," kata Wandy, salah seorang pedagang emas setempat.

Ia mengatakan, emas perhiasan yang kini banyak ditawarkan pedagang adalah kadar emas 23 karat. Sementara emas perhiasan dengan kadar 22 karat dijual dengan harga Rp480.000 per gram hingga Rp485.000 per gram tergantung dari tingkat kesulitan pengrajin membuatnya.

Wandy mengatakan sampai akhir November ini pembeliam meningkat dari bulan-bulan sebelumnya walaupun harga emas juga naik.

"Umumnya pembeli yang datang ke toko emas kami itu dari luar daerah karena kualitas emas di Kota Kendari, diakui tidak hanya dari warga Sulawesi Tenggara bahkan dari Pulau Jawa pun mengakui kadar emasnya tinggi dan tidak diragukan lagi," tambah Wandy.

Dia menambahkan, biasanya satu minggu sebelum Lebaran atau menjelang Tahun Baru puncak pembelian emas perhiasan ramai ke toko-toko, selain ada yang membeli emas baru maupun yang melakukan tukar tambah.

"Biasanya kalangan konsumen dari kaum hawa, setiap tahun melakukan tukar tambah, yakni kalung maupun gelang perhiasan yang model lama ditukar dengan perhiasan yang model baru. Artinya para konsumen di Kota Kendari juga selalu mengikuti trend perkembangan perhiasan yang setiap tahun mengalami perubahan," ujaranya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar