Pemkot Pekalongan gelar pameran seni rupa

Pemkot Pekalongan gelar pameran seni rupa

Arsip: Pameran World Is A Hoax Pengunjung mengamati karya seni yang dipajang pada pameran Biennale Jatim 7 bertema 'World is A Hoax' di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (9/10/2017). Sejumlah karya seni rupa dari 27 seniman itu dipamerkan sampai 22 Oktober 2017. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Pekalongan (ANTARA News) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Dewan Kesenian menggelar pameran seni yang dilaksanakan di gedung GOR Jetayu dan Taman Patiunus, 28 November hingga 3 Desember 2017.

Ketua Dewan Kesenian Kota Pekalongan, Harsana Ragil, di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa dengan mengambil tema "Keberagaman Dalam Kebersamaan" itu, pemkot bersama Dewan Kesenian memamerkan sejumlah lukisan, fotografi, dan pameran keris.

"Ada 57 lukisan, 46 foto, 32 lukisan anak, dan 86 keris dari komunitas `Tojan Aji` berasal dari Cirebon dan Tuban, Jawa Timur," katanya.

Selain itu, kata dia, pada rangkaian kegiatan itu juga akan dilaksanakan lomba menggambar, lomba dayung, arak-arakan perahu hias, bedah keris Suratman ruwatan kali loji, wayang golek, dan lokakarya.

Dia menjelaskan tujuan pameran seni rupa untul melestarikan kekayaan kebudayaan Indonesia, khususnya Kota Pekalongan serta pengembangan hasil karya seni budaya yang dimiliki oleh seniman daerah.

"Pameran seni rupa ini akan memberikan ruang bagi seniman dan budayawan untuk terus berkarya dan melestarikan budaya lokal yang semakin terancam dengan masuknya budaya asing," katanya.

Wali Kota Pekalongan M. Saelany Machfudz mengatakan pameran seni rupa menunjukkan eksistensi Dewan Kesenian Kota Pekalongan yang serius terhadap seni dan budaya.

"Kami berharap kegiatan semacam ini terus dilakukan dan dikembangkan agar kesenian Kota Pekalongan semakin berkembang," katanya.

Ia mengatakan Kota Pekalongan memiliki potensi yang luar biasa pada bidang kesenian dan kebudayaan yang mampu dan memiliki peluang cukup besar untuk menarik wisatawan berkunjung ke daerah.

"Sebetulnya banyak kesenian dan kebudayan daerah yang dapat menarik wisatawan seperti `event` Syawalan (lopis raksasa), sedekah laut, dan pekchun. Oleh karena, untuk mengembangkan dan melestarikan tradisi kebudayaan daerah perlu dukungan dari semua pihak," katanya.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Melihat kehidupan suku Baduy lewat lukisan

Komentar