BPBD Sumsel ajukan penambahan helikopter untuk tangani kebakaran hutan

BPBD Sumsel ajukan penambahan helikopter untuk tangani kebakaran hutan

Ilustrasi - Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melepaskan 'water bombing' untuk memadamkan api yang membakar lahan gambut di Jalan Palem Raya KM 27 Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (1/8/2015). (ANTARA FOTO/Feny Selly)

Palembang (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mengajukan penambahan unit helikopter untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2018.

Kepala BPBD Sumsel Iriansyah di Palembang, Sabtu, mengatakan, penambahan unit ini tak lepas dari peran Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games XVIII tahun 2018.

"Tahun ini di Sumsel hanya disiagakan lima unit helikopter, jelas ini kurang. Apalagi nanti Asian Games diselenggarakan pada Agustus, atau cuaca sedang panas-panasnya," kata dia.

Ia mengatakan untuk antisipasi dan penanganan cepat maka perlu adanya penambahan unit helikopter. Armada udara helikopter water bombing berguna untuk menjangkau area-area yang tidak bisa dijangkau oleh tim satgas darat.

"Kami sudah mengajukan penambahan. Tapi jika tidak disetuju juga dapat dimaklumi karena keterbatasan jumlah unit helikopter," kata dia.

Iriansyah mengatakan hinggasekarang Indonesia masih tergantung dengan pilot-pilot asing untuk mengemudikan helikopter tersebut. Helikopter jenis Balco umumnya dikemudikan oleh pilot asal Rusia.

Selain itu sebaran kawasan rawan karhutla juga bertambah yakni di Aceh dan Papua sehingga unit helikopter juga harus dibagi secara merata.

"Mungkin saja karena Sumsel akan Asian Games maka ada pertimbangan lain. Tapi jika tetap tidak bisa, artinya harus fokus pada pencegahan dini," kata dia.

Sumatera Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya karhutla berkaca dari kejadian hebat pada 2015 yang telah menghanguskan lahan dan hutan sekitar 700.000 hektare di lima kabupaten.

Pada tahun 2016, Sumsel berhasil menekan kejadian karhutla 97 persen berkat upaya deteksi dini dan kondisi cuaca yang mengalami kemarau basah.

Sementara itu, kasus karhutla di Sumsel pada 2017 tetap terjadi, akan tetapi tidak menimbulkan dampak kabut asap. Data BPBD Sumsel untuk indeks pencemaran udara tidak melebihi 300, dan untuk jarak pandang rata-rata di atas 10 km sehingga tidak ada kasus penundaan penerbangan.

Terkait Asian Games, Sumsel berencana menetapkan status siaga karhutla lebih dini yakni pada Januari 2017.

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumsel tetapkan status siaga darurat karhutla mulai Maret 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar