Vincent Kosasih bersedia ke Timnas 3x3

Vincent Kosasih bersedia ke Timnas 3x3

Vincent Rivaldi Kosasih ((twitter.com/@vincent_vrk))

Jakarta (ANTARA News) - Pebola basket yang bermain untuk tim Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Stapac Jakarta, Vincent Kosasih menyatakan dirinya bersedia bergabung ke tim nasional bola basket tiga lawan tiga atau 3X3 untuk Asian Games 2018 jika dibutuhkan.

Hal ini disampaikan Vincent ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu, menyusul adanya ketertarikan tim nasional 3X3 untuk memasukkan namanya ke dalam tim meski dia juga berpotensi dipanggil untuk timnas bola basket lima lawan lima.

"Saya tidak ada masalah jika nanti bermain di 3X3 ataupun lima lawan lima. Semua bergantung pembicaraan selanjutnya bagaimana karena sampai sekarang saya pribadi belum mendapatkan kabar apa-apa mengenai hal itu," kata dia.

Sebelumnya, wacana ingin mengikutsertakan nama Vincent Kosasih ke tim nasional 3X3 diungkapkan oleh manajer timnas 3X3 Fareza Tamrella.

Menurut Mocha, sapaan Fareza, nama Vincent masuk dalam bursa pemain timnas 3X3 karena peraih medali perak SEA Games 2017 bersama timnas bola basket Indonesia itu memiliki postur mumpuni dengan tinggi badan 202 sentimeter, berat 94 kilogram.

Selain itu, Vincent lahir pada tahun 1996 atau masih memenuhi syarat cabang olahraga 3X3 Asian Games 2018 yang menyaratkan pemain harus berumur di bawah 23 tahun saat Asian Games berlangsung.

Akan tetapi Mocha menyebut hal itu akan didiskusikan lebih lanjut dan memberikan kesempatan bagi Vincent untuk memilih.

Sebab, sebagai anggota timnas bola basket putra yang meraih perak di SEA Games 2017, Malaysia, nama Vincent berpotensi masuk ke timnas bola basket lima lawan lima Indonesia di Asian Games 2018.

"Nanti pemain itu sendiri yang pilih dia mau ke mana, timnas lima lawan lima atau ke 3X3," kata dia.

Meski mengaku bersedia jika dipanggil, Vincent mengungkapkan ada satu kendala yang harus dihadapi jika ikut dalam persiapan ke Asian Games 2018 yang dimulai pertengahan Agustus.

Vincent menyebut dirinya sudah memasuki semester akhir kuliah dan itu akan sangat sibuk karena mesti berjibaku menyelesaikan tugas akhirnya di Zhejiang University of Science and Technology, China.

"Biasanya tugas akhir selesainya bulan Mei, setelah itu sidang yang saya juga belum tahu kapan. Namun jadwal ini masih belum pasti," katanya.

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar