Rembang (ANTARA News) - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menegaskan yang waras jangan mengalah ketika muncul upaya untuk memecah belah persatuan dan keberagaman Indonesia

"Ansor tidak akan berhenti menjaga Indonesia dari berbagai ancaman terhadap persatuan dan kesatuan," kata Yaqut saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) GP Ansor Angkatan VI di Pondok Pesantren Radhlatul Thalibin Rembang, Rabu.

Ia mencontohkan ketika Ansor dihujat saat ikut menjaga gereja.

Ia menjelaskan hakikat dari hal tersebut bukanlah gerejanya, namun menjaga komponen bangsa yang pernah bersama memperjuangkan Indonesia.

"Tidak hanya gereja. Jika diminta ikut membantu menjaga tempat ibadah lain pun Ansor siap," katanya.

Meski demikian, kata dia, hal tersebut tidak akan berlangsung selamanya.

"Bila para penebar teror yang mengancam keutuhan NKRI telah binasa, maka Ansor akan berhenti melakukan hal-hal demikian," katanya.

Ia meminta para kader Ansor tidak berkecil hati ketika dihujat karena menjaga Indonesia.

"Kiai yang sudah jelas keilmuan dan kerendahhatiannya saja juga dihujat ketika menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila," pungkasnya.

Pelatihan ini sendiri akan digelar hingga 10 Desember 2017, bersamaan dengan program Latihan Instruktur dengan peserta mencapai ratusan orang.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017