Makanan ini kurangi risiko asma dan alergi pada anak-anak

Makanan ini kurangi risiko asma dan alergi pada anak-anak

JAKARTA, 17/5- PENGOBATAN ASMA. Seorang petugas kesehatan melakukan pengecekan kapasitas paru paru kepada seorang anak saat pengobatan gratis dan bhakti sosial oleh Yayasan Penyantun Anak Asma Indonesia (YAPNAS) di Kelurahan Marunda, Jakarta, Minggu (17/5). WHO memperkirakan 300 Juta penduduk dunia menyandang Asma dan bertambah 18 ribu tiap tahunnya. Di Indonesia sekitar 5,4 persen atau 12,5 juta penduduknya adalah pasien asma. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/ed/mes/09. (ANTARA/PRASETYO UTOMO)

Jakarta (ANTARA News) - Kacang-kacangan, ikan berminyak seperti salmon, biji rami, dan minyak kedelai kaya akan asam lemak tak jenuh ganda yang penting dalam makanan anak-anak. Kandungan tersebut dapat mencegah risiko terkena penyakit alergi, terutama asma dan rinitis saat remaja, demikian sebuah penelitian menyarankan.

Asma maupun rinitis mempengaruhi anak-anak sejak kecil, baik karena faktor keturunan atau lingkungan.

Hasilnya menunjukkan bahwa adanya peningkatan jumlah asam lemak tak jenuh ganda seperti Omega-3 dan asam lemak omega-6 yang disebut asam arakidonat dalam darah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit alergi pada anak-anak.

Anak-anak yang memiliki kadar omega 3 darah lebih tinggi pada usia 8 tahun cenderung tidak mengembangkan asma atau rinitis pada usia 16 tahun.

Asam lemak omega-6 tingkat tinggi yang disebut asam arakidonat dikaitkan dengan penurunan risiko asma dan rhinitis pada usia 16 tahun.

"Karena alergi sering terjadi pada masa kanak-kanak, sangat menarik untuk dipelajari jika lingkungan dan gaya hidup anak-anak yang mempengaruhi perkembangan penyakit ini," kata Anna Bergström, peneliti di Institut Karolinska di Swedia.

Pada penelitian yang dipublikasikan di Journal of Allergy and Clinical Immunology itu, tim melakukan survei terhadap sampel darah 940 anak-anak.

Di antara anak-anak penderita asma atau rinitis pada usia 8 tahun, tingkat asam arakhidonat darah yang lebih tinggi berkaitan dengan tingginya probabilitas bebas gejala pada usia 16 tahun, kata periset.

Penelitian sebelumnya juga menyarankan bahwa asam lemak Omega-3 membantu mencegah Alzheimer dan mengurangi kerusakan hati. Demikian dilansir The Indian Express.

Penerjemah: Sella Panduarsa Gareta
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar