Tiga sektor industri didorong punya rantai nilai di ASEAN

Tiga sektor industri didorong punya rantai nilai di ASEAN

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Hartarto didampingi Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan berfoto bersama dengan Chairman Europe ASEAN Business Alliance, Geoff Donald beserta delegasi di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis.

Yogyakarta (ANTARA News) - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong tiga sektor industri mempunyai rantai nilai di ASEAN, yakni industri otomotif, industri makanan dan minuman, serta industri elektronika.

“Kami mendorong agar industri Indonesia bisa terintegrasi pada value chain di tingkat Asean,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi diterima di Yogyakarta, Kamis.

Airlangga menyampaikan hal itu usai bertemu dengan Chairman Europe Asean Business Alliance (EABA), Geoff Donald beserta delegasi di Kementerian Perindustrian, di Jakarta, Kamis.

 Airlangga menyampaikan, pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menjadi momentum penting bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk semakin meningkatkan kerja sama ekonomi khususnya sektor industri agar bisa saling melengkapi satu sama lain. 

Apalagi ketiga sektor industri tersebut tengah dipacu daya saingnya oleh sejumlah negara karena saat ini dinilai siap menerapkan sistem Industry 4.0.

 “Kami meyakini Asean akan menjadi kawasan yang mampu memimpin sebagai future of production, dengan basis internet of everything sabagai infrastruktur utamanya,” ungkap Airlangga. 

Hal ini lantaran Asean memiliki potensi pada pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil.

 “Selain itu, didukung dengan populasi penduduk usia muda, kelas menengah yang tumbuh, infrastruktur digitalnya berkembang, transformasi industri kecil dan menengah ke arah digital, serta konektivitas antarmanusia,” imbuhnya.

 Airlangga menyebutkan, ketiga sektor industri nasional seperti otomotif, elektronika, serta makanan dan minuman telah memiliki keunggulan yang kompetitif di kancah global. Oleh karenanya, terus didorong untuk memperluas pasar ekspor.

“Apalagi, industri makanan dan minuman sangat banyak di dalam negeri, mulai dari tingkat kabupaten, bahkan sudah ada yang go international,” ujarnya.

 Di tengah perkembangan era digital, industri elektronika lokal juga berpeluang tumbuh. 

“Sedangkan, di sektor otomotif, selain kita punya domestik market yang kuat, Indonesia telah menjadi basis produksi dari beberapa perusahaan otomotif dunia,” tutur Airlangga.

Selain itu, Kemenperin juga berharap agar Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) dapat segera tercapai.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar