Pelaku industri Eropa minta ketersediaan bahan baku terjaga

Pelaku industri Eropa minta ketersediaan bahan baku terjaga

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan menerima kunjungan Chairman Europe ASEAN Business Alliance, Geoff Donald beserta delegasi di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis.

Yogyakarta (ANTARA News) - Pelaku industri yang tergabung dalam delegasi Europe Asean Business Alliance (EABA) meminta agar ketersediaan bahan baku untuk industri di Indonesia tetap terjaga untuk mendukung proses produksi yang berkelanjutan.

Demikian disampaikan Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional I Gusti Putu Suryawirawan usai mendampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bertemu delegasi EABA di Jakarta.

“Mereka ingin investasinya bisa berjalan lancar di Indonesia, sehingga diharapkan tidak ada perubahan peraturan yang menyulitkan. Mereka yang hadir, terdiri dari sektor industri berbasis agro, peralatan kesehatan, dan lain sebagainya,” kata Putu melalui keterangan resmi diterima di Yogyakarta, Kamis.

Beberapa perwakilan perusahaan yang datang dalam delegasi EABA, antara lain Roche Asia Pacific, PT. Roche Indonesia, Novartis, Danone, Friesland Campina, ABN Amro, ZUELLIG Pharma, serta Vriens & Partners.

Putu menegaskan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui beragam langkah strategis seperti penerbitan sejumlah paket kebijakan ekonomi dan deregulasi. 

Upaya ini guna mempermudah pelaku usaha menjalankan bisnisnya di Tanah Air.

Selanjutnya, dalam upaya menarik investor dan menguatkan daya saing industri nasional, Kemenperin pun tengah mengajukan suatu skema baru terhadap pemberian insentif fiskal. 

Fasilitas pengurangan pajak ini akan diterima industri yang berkomitmen melakukan pengembangan pendidikan vokasi dan inovasi.

Bagi industri yang melaksanakan program vokasi, akan mendapat insentif pajak 200 persen. Sementara, industri yang membangun inovasi akan mendapat insentif pajak 300 persen. 

Bahkan, Kemenperin juga tengah gencar melaksanakan program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri saat ini.

Di bidang investasi nonmigas, Uni Eropa menjadi penanam modal terbesar ke-4 di Indonesia setelah Singapura, Jepang, dan Tiongkok pada tahun 2016, dengan nilai investasi mencapai 2,6 miliar dollar AS atau naik dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,26 miliar dollar AS.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar