Prima Cakrawala akan IPO pada harga Rp145 - Rp155 per saham

Prima Cakrawala akan IPO pada harga Rp145 - Rp155 per saham

IHSG Ditutup Naik Seorang pekerja berjalan di depan layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/11/2017). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan bidang pengolahan dan distribusi rajungan, PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCA Foods) akan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dalam kisaran harga Rp145 - Rp155 per lembar saham.

Presiden Direktur PCA Foods Raditya Wardhana di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa perusahaan akan melepas sebanyak 466,6 juta saham baru atau sekitar 40 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

"Dengan kisaran harga IPO itu, diharapkan kami dapat meraih dana IPO sekitar Rp67,66 miliar hingga Rp72,33 miliar," ujarnya.

Ia memaparkan bahwa sekitar 30 persen dari dana hasil IPO itu akan digunakan untuk belanja modal. Dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja. Rencananya, perseroan akan melakukan perbaikan pabrik, pembelian peralatan baru, pembangunan fasilitas baru, serta pembelian bahan baku.

Dalam menjalankan bisnisnya, ia menyampaikan bahwa pihaknya memproduksi dan menyediakan ranjungan kalengan untuk perusahaan di Amerika Serikat (AS). Total ekspor perseroan ke AS sejak awal tahun hingga Agustus 2017 sebesar 292.291 kilogram (kg). Sementara tahun sebelumnya mencapai 271.620 kg. Selain AS perseroan juga mengekspor ke Inggris, Bahrain, Singapura dan Malaysia.

"Sejak perseroan melakukan ekspor perdana pada 2014, perseroan sudah memiliki pelanggan tetap mancanegara. Mayoritas pelanggan berlokasi di beberapa negara bagian di AS, yakni Florida, Boston, New york, dan Baltimore," paparnya.

Dalam aksi korporasi itu, PCA Foods menunjuk Artha Sekuritas Indonesia dan Lotus Andalan Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. Perseroan mengharapkan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 19 Desember 2017, dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 28 Desember 2017.

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar