Kecamatan Teweh Timur kembali dilanda banjir

Kecamatan Teweh Timur kembali dilanda banjir

Ilustrasi - Sejumlah murid SMPN Satu Atap 8 Pahandut terpaksa menggunakan sampan menuju ke sekolahnya yang masih terendam banjir di kota Palangkaraya, Kalteng, Rabu (27/2). (FOTO ANTARA/Saripuddin)

Muara Teweh, (ANTARA News) - Sejumlah desa di Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kembali diterjang banjir akibat luapan Sungai Teweh, anak Sungai Barito, sejak Kamis malam (7/12).

"Banjir sangat cepat naik sejak Kamis (7/12) malam dan hingga pagi ini terus naik," kata seorang warga Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur, Thole Sunarman ketika dihubungi melalui telepon dari Muara Teweh, Jumat.

Menurut dia, saat ini banjir merendam sejumlah jalan desa dengan ketinggian bervariasi antara 1 - 2 meter lebih.

Desa yang terendam banjir di antaranya adalah Desa Benangin I, Benangin 2, Benangin 3 dan Benangin 5.

"Sejumlah rumah warga ada yang terendam banjir terutama yang berada di dataran rendah," kata Thole yang mengaku rumahnya tidak terendam banjir karena berada di dataran tinggi.

Dia mengatakan banjir ini diperkirakan terus naik, karena banjir juga terjadi di Kecamatan Gunung Purei yang berada di hulu atau atas yang dapat mengakibatkan wilayah Kecamatan Teweh Timur akan menerima kiriman banjir tersebut.

"Air diperkirakan terus naik pada sore nanti dan diduga akan merendam ratusan rumah warga," kata Thole.

Sementara Camat Teweh Timur Sudiyono mengatakan banjir ini juga diperkirakan merendam desa-desa lainnya di kecamatan yang berbatasan dengan Kalimantan Timur terutama di desa yang berada di bantaran sungai yang biasa menjadi langganan banjir di antaranya Sampirang 1, Sampirang 2 dan Desa Wakat.

"Saat ini kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir di kecamatan ini dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah," ujar Sudiyono.

Pada bulan November 2017 Kecamatan Teweh Timur juga dilanda banjir dua kali yang menelan korban jiwa seorang warga bernama Barlin (66) warga Desa Benangin V yang tenggelam saat banjir dan jasadnya ditemukan pada 17 Nopember 2017 malam sekitar pukul 20.00 WIB di desa setempat

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar