MPR: pendiri bangsa Indonesia sudah akui HAM

MPR: pendiri bangsa Indonesia sudah akui HAM

Ketua MPR Zulkifli Hasan (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Jakarta (ANTARA News) - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan para pendiri bangsa Indonesia telah mengakui dan menghormati hak azasi manusia (HAM) yang diamanahkan melalui Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

"Pada sila kedua Pancasila menyebut soal kemanusiaan yang adil dan beradab. Itu menunjukkan bangsa Indonesia menjunjung tinggi HAM tanpa membedakan golongan dan derajat pada setiap manusia," kata Zulkifli Hasan saat menyampaikan Orasi Kebangsaan pada resepsi Milad Muhammadiyah di Universitas Negeri Medan, Minggu, seperti dikutip melalui siaran pers humas MPR RI.

Menurut Zulkifli, peringatan Hari HAM bertepatan dengan tanggal 10 Desember hari ini, harus menjadi refleksi bagi Indonesia terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Pancasila yang merupakan ideologi bangsa dan negara Indonesia, kata dia, memiliki sila perihal kemanusiaan yang adil dan beradab, sebagai wujud pengakuan terhadap HAM.

"Salah satu wujud penerapan sila kedua Pancasila, adalah dukungan Indonesia terhadap Palestina," katanya.

Zulkifli menambahkan, wujud pengakuan terhadap HAM melalui Pancasila juga ada pada sila kelima yang berbunyi, keadilan sosial.

Menurut dia,, melalui sila kelima Pancasila ini, para pendiri bangsa Indonesia mengamanahkan agar bangsa Indonesia secara sosial memiliki keadilan.

"Adanya kesenjangan sosial yang semakin menigkat saat ini, bertentangan dengan amanah para pendiri bangsa," katanya.

Zulkifli menegaskan, guna megatasi berbagai persoalan yang muncul, maka bangsa Indonesia harus bersatu dengan pendekatan Pancasila, yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.

Bangsa Indonesia yang bersatu dengan pendekatan Pancasila, menurut dia, dapat menjadi kekuatan politik dan ekonomi bagi Indonesia.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar