100 nelayan di Cirebon dapat mesin konversi BBM-BBG

100 nelayan di Cirebon dapat mesin konversi BBM-BBG

Dokumentasi Konversi BBM Nelayan Ke BBG. Asdep Bidang Sumber Daya Mineral, Energi dan Non Konvensional Amalyos memperlihatkan regulator dan alat konverter saat sosialisasi konversi BBM ke BBG bagi kapal nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (21/7/2016). Kemenko Bidang Kemaritiman melakukan sosialisasi pemanfaatan konverter kit atau alat inovasi baru yang akan digunakan nelayan untuk mengkonversi BBM ke BBG agar lebih menghemat biaya bagi nelayan. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Teman-teman saya yang sudah mendapatkan mengatakan bahwa bahan bakar yang digunakan sangat irit, bisa separuh dari bensin."
Cirebon (ANTARA News) - Sebanyak 100 nelayan yang mempunyai kapal di bawah 5 gross tonnage di Cirebon, Jawa Barat, mendapatkan bantuan mesin konversi dari BBM ke BBG, ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan juga meminimalkan ongkos melaut.

"Tahun ini nelayan Cirebon yang mendapatkan hanya 100, karena terkendala dengan data yang ada," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial?di Cirebon, Senin.

Ia mengatakan sudah menyampaikan kepada Dinas Kelautan Perikanan untuk membenahi data, agar yang mendapatkan semakin banyak lagi," lanjutnya.

Dia mengatakan pada tahun 2017, pemerintah membagikan mesin tersebut sebanyak 17 ribu untuk seluruh Indonesia yang terdapat di 28 kabupaten/kota.

Sedangkan nelayan yang berhak mendapatkan itu nelayan yang mempunyai persyaratan seperti, kapal di bawah 5 gross tonnage, mempunyai kartu nelayan dan juga ada syarat lain yang harus terpenuhi.

"Kalau tahun 2018 nanti ada sekitar 40 ribu untuk 38 kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Untuk para nelayan mendapatkan satu set mesin, yang senilai Rp7 juta hingga Rp8 juta. Dan tidak ada pungutan biaya sama sekali," katanya.

Sementara itu nelayan yang mendapatkan bantuan, Wanto mengatakan dengan adanta bantuan itu, dirinya sangat senang, karena ketika melaut nanti bisa mengirit bahan bakar, karena dari pengalaman sesama nelayan yang sudah beralih sangat irit.

"Teman-teman saya yang sudah mendapatkan mengatakan bahwa bahan bakar yang digunakan sangat irit, bisa separuh dari bensin," katanya.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Cuaca buruk, nelayan perbaiki kapal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar