TNI AD ditarik dari Tembagapura bila keamanan pulih

TNI AD ditarik dari Tembagapura bila keamanan pulih

Dokumentasi - Warga yang berhasil dievakuasi Satuan Tugas Terpadu Penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata tiba di Timika, Papua, Jumat (17/11/2017). (ANTARA FOTO/Jeremias Rahadat)

Timika, 15/12 (Antara) - Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Windarto di Timika, Papua, Jumat, menyatakan akan segera menarik personel TNI AD dari Tembagapura bila keamanan di area objek vital nasional itu sudah kembali pulih.

Hingga kini personel TNI AD dalam Satuan Tugas Terpadu Penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata disiagakan di area Tembagapura guna melakukan pengamanan dan mengantisipasi munculnya kembali gangguan di wilayah itu.

Windarto menegaskan bahwa penarikan anggotanya akan dilakukan segera jika situasi kantibmas sudah normal kembali.

Personel TNI AD yang tergabung dalam satuan tugas terpadu bersama Polri bertugas dengan jangka waktu tertentu saja dan untuk kepentingan penanganan KKB beberapa waktu lalu di area Tembagapura.

"Kami akan surati untuk penarikan anggota kami dari Tembagapura. Karena di area PT Freeport Indonesia di Tembagapura `kan sudah ada Satgas Pengamanan Objek Vital Nasional (Satgas Amole). Kalau memang nantinya ada penembakan-penembakan di area tugas Satgas Amole, ya, nanti mereka yang menangani," kata Windarto.

Kendati ada rencana penarikan personel TNI dari Tembagapura, Windarto berharap agar semua petugas keamanan tetap berhati-hati dan mengengantisipasi terjadinya hal-hal negatif khususnya pada saat Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Menurut Dandim, kewaspadaan tetap diperlukan, sebab keberadaan KKB di area Tembagapura dan sekitarnya sudah ada sejak lama termasuk di area Kali Kopi dan sudah dimonitor oleh TNI. Dengan demikian penting untuk mengantisipasi terjadinya aksi-aksi KKB berikutnya.

"Bukan hanya di sini saja tetapi juga mungkin di beberapa kabupaten lain," ujarnya.

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar