50 kampung di Jayawijaya masih andalkan lampu pelita

50 kampung di Jayawijaya masih andalkan lampu pelita

ILustrasi --Seorang anak Baduy Luar belajar mengenal aksara dengan bantuan lampu pelita, senter dan head lamp di Kampung Balingbing, Kec Kenekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Minggu (22/1). (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)

Wamena (ANTARA News) - Masyarakat yang berdomisili di 50 kampung di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, belum terlayani listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN, sehingga mereka masih mengandalkan pelita.

Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Yohanes Katoleng di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu, mengatakan kampung-kampung yang masih mengandalkan pelita itu tersebar di 26 distrik di Jayawijaya.

"Masih ada sekitar kurang lebih 50 kampung di 26 distrik yang belum teraliri listrik PLN," katanya.

Ia mengatakan agar masyarakat puluhan kampung itu bisa menikmati penerangan PLN layaknya di kampung lain, pemerintah telah berkoordinasi dengan PLN Wamena untuk membangun instalasi jaringan listrik ke rumah-rumah warga di sana.

"Sebagai langka awal, pemda bersama PLN akan memasang listrik secara serentak di 18 rumah warga yang ada di Kampung Kosimiage, Distrik Hubikosi," katanya.

Jika pemasangan lampu PLN di 18 rumah yang direncanakan pada 18 Desember 2017 itu selesai maka akan direncanakan pemasangan lagi ke kampung-kampung lain.

"Jadi pemasangan listrik di kampung ini akan menggunakan dana desa, bekerjasama dengan PLN," katanya.

Ia mengakui Pemerintah Jayawijaya mengintervensi penggunaan dana desa melalui usulan program, sebab jika tidak dilakukan maka program di kampung akan tumpang tindih.

"Dengan begitu penggunaaan dana desa sungguh-sungguh menyentuh kebutuhan masyarakat yang ada di kampung-kampung," katanya.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar