Warga kota diajak sadar tanam pohon

Warga kota diajak sadar tanam pohon

Sejumlah murid menanam bibit markisa di SDN 1 Sidokumpul, Gresik, Jawa Timur, Selasa (31/1/2017). Pendampingan bercocok tanam yang dilakukan di sekolah tersebut bertujuan mengajarkan dan menanamkan kepedulian serta tanggung jawab lingkungan. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Kediri (ANTARA News) - Wali Kota Kediri, Jawa Timur, Abdullah Abu Bakar ingin agar warganya yang tinggal di perkotaan agar sadar mau menanam pohon, dengan harapan lingkungan akan semakin hijau untuk dapat dinikmati anak cucu ke depan.

"Semangatnya ini bukan hanya menghidupkan sumber, tapi lebih pada mengajak menyatukan gerakan pada masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekaligus konvervasi," ucapnya saat peringatan Hari Konservasi dan Bulan Menanam Nasional 2017 di Sumber Cakarsi, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Senin.

Dikatakan, kesadaran untuk menjaga alam juga harus diwarnai dengan semangat yakin serta mau menyatukan tekad untuk menanam di sekitar.

Selain itu, juga mau menjaga lingkungan seperti membersihkan saluran air, membuang sampah di tempat sampah, yang organik dimasukkan ke dalam tanah agar menjadi pupuk, yang anorganik diolah lagi, serta berbagai cara lainnya.

Wali Kota juga meminta partisipasi aktif dari masyarakat yang tidak boleh diam, tapi harus bersama-sama mengelola lahan agar semakin subur serta hijau. Caranya, dengan menanam aneka pohon, bahkan tidak harus tanaman berkayu, melainkan sayur juga boleh.

"Saya mengajak agar tidak boleh tinggal diam. Tidak hanya dinas lingkungan hidup, tapi warga juga harus menanam. Zaman dahulu, Indonesia bisa hijau. Di Papua, setiap orang lahir, gemar menanam. Saya rasa, walaupun Papua jauh, harus melakukan itu (Menanam pohon) untuk kehidupan yang lebih baik," katanya.

Di Kediri, kata dia, pemerintah dengan melibatkan berbagai pihak, juga berupaya agar daerah perbukitan semakin subur. Misalnya, di Gunung Klotok, Kediri. Sekitar 2009, di permukaan gunung itu masih berwarna cokelat, tapi kini sudah berwarna hijau, yang menandakan sudah banyak tanaman.

Ia juga berharap, di sekolah tanahnya lebih banyak ditanami rumput ketimbang diberi paving. Dengan itu, suasana sekolah akan terlihat lebih segar, sebab banyak tanaman hijaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri Didik Catur mengatakan, dalam kegiatan tersebut telah menyiapkan sekitar 500 pohon dengan berbagai jenis. Pohon itu akan ditanam di berbagai titik wilayah kota, sehingga ke depannya bisa menjadi tanaman penyangga.

"Di Kediri, ada 500 pohon untuk penghijauan. Untuk cakarwesi ada sekitar 100 pohon, dengan jenisnya ada yang kalpataru, beringin, trembesi, pule, dan lain-lain," katanya.

Ia juga berharap, pohon yang ditanam ini ke depannya bisa tumbuh semakin bagus. Dengan itu, ke depannya bisa menyuplai oksigen, untuk kehidupan seluruh manusia. Selain itu, dengan penanaman pohon tersebut, akan semakin menambah ruang terbuka hijau di kota ini.

Kegiatan tersebut, selain dihadiri oleh Wali Kota, juga sejumlah kepala satuan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Kediri, hingga pelajar di kota ini. Wali Kota juga melakukan penanaman pohon yang dilakukan secara simbolis, mengawali penanaman seluruh pohon untuk keperluan penghijauan. 

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar