Jabar tambah durasi pembatasan angkutan barang

Jabar tambah durasi pembatasan angkutan barang

Dokumentasi--Waktu Larangan Truk Melintas. Kendaraan melintas di ruas tol lingkar dalam, Jakarta, Selasa (20/6/2017). (ANTARA /Muhammad Adimaja)

Bandung (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui dinas perhubungannya akan menambah durasi pembatasan angkutan barang untuk tidak melintas selama libur Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di jalur tol dan non tol.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik, Rabu, di Bandungz mengatakan durasi waktu pembatasan angkutan barang oleh Kementerian Perhubungan untuk Libur Natal diberlakukan pada yang berlangsung dari tanggal 22-23 Desember 2017 dan untuk tahun baru pada tanggal 29-30 Desember.

"Kami telah mengimbau untuk tidak melintas tanggal 22 hingga 26 Desember dan untuk tahun baru nanti kami juga memperpanjang larangan melintas hingga 31 Desember 2017," kata dia.

Ia mengaku penambahan durasi pelarangan tersebut guna mengantisipasi kepadatan di wilayahnya yang menjadi lintasan utama warga.

"Sebelumnya kami cek ke lapangan juga, kepadatan di Tol Cikampek itu masih didominasi angkutan barang," kata dia.

Selain menjadi lintasan utama menuju ke Utara Jawa, lanjut dia, untuk mengantisipasi kemacetan di sejumlah titik wisata dan menurutnya pelarangan ini sudah disepakati oleh para pengusaha angkutan di Jabar.

"Kecuali untuk bahan pokok, BBM, pangan dan angkutan ternak itu diperkenankan melakukan pergerakan,? ujarnya.

Ia mengatakan selain mengantisipasi kepadatan di darat pihaknya juga sudah melakukan langkah antisipasi di angkutan sungai serta kereta api.

Menurut dia untuk Waduk Cirata yang menjadi salah satu titik kepadatan wisatawan, pihaknya sudah melarang dua dari 40 kapal tidak boleh berlayar.

"Jadi kalau untuk kereta api, sudah disanggupi PT KAI untuk menyiapkan crane di daerah longsor, kami sudah koordinasi dengan Damri juga," kata dia.

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Retribusi KIR sumbang PAD Cilegon hingga Rp200 juta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar