counter

Dua siswa SD Tulungagung tewas tenggelam

Dua siswa SD Tulungagung tewas tenggelam

ILUSTRASI - Orang Tenggelam (ANTARANews / Andre Angkawijaya)

Tulungagung (ANTARA News) - Dua anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SD kelas 1 dan 2 ditemukan tewas tenggelam di Sungai Sayap Sengon, Desa Notorejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu.

"Saat dievakuasi warga, kondisi kedua bocah sudah meregang nyawa. Tenggelam di dasar sungai," kata Kanit Reskrim Polsek Gondang Aiptu Heru Gunawan di Tulungagung.

Ia memastikan tidak ada unsur penganiayaan dalam insiden tersebut.

Kedua korban yang diidentifikasi bernama Mohammad Rafli (8) dan Kiki (7) sengaja masuk sungai dengan maksud mandi, namun tenggelam karena tidak bisa berenang.

"Ada empat anak yang saat itu bermain air. Namun, dua lainnya tidak ikut mandi karena tahu tidak bisa berenang," ujarnya.

Diduga, kedua korban yang asal Desa Karanganom, Trenggalek dan Desa Notorejo yang bermaksud liburan sekolah di rumah neneknya itu tidak memahami karakteristik dan kedalaman sungai.

"Jadi keempat anak tersebut bermain di sungai tersebut," ujarnya.

Karena keasyikan bermain air akhirnya Rafli dan Kiki memutuskan untuk mandi di sungai tersebut. Sedangkan Marvel dan Ibrahim tidak ikut mandi.

Karena keduanya tidak bisa berenang, padahal sungai tersebut sedalam 2,5 meter dan selebar tiga meter akhirnya Rafli dan Kiki tenggelam.

"Mengetahui temannya tenggelam, Marvel dan Ibrahim langsung berlari pulang mencari pertolongan," terangnya.

Kemudian kedua anak tersebut memberitau pamannya yang berna Wafa (23).

Spontan Wafa beserta warga langsung menuju sungai untuk melakukan pencarian dengan cara menyelam ke dalam sungai. Beberapa saat kemudian kedua korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi.

"Saat ditemukan kedua korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Kepala desa setempat, Mustakim menghubungi polsek dan petugas dari puskesmas setempat.

Saat dilakukan visum luar dan olah tempat kejadian perkara (tkp) petugas tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar