Polisi grebek gudang petasan di Indramayu

Polisi grebek gudang petasan di Indramayu

Arsip: Aparat Polresta Banda Aceh memperlihatkan tersangka penjual dan hasil sitaan berbagai jenis petasan saat gelar kasus di Banda Aceh, Aceh, Minggu (11/6/2017). Para tersangka penjual berbagai jenis dan ukuran petasan dijerat pasal satu Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Indramayu (ANTARA News) - Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Jawa Barat, menggerebek gudang petasan dengan mengamankan barang bukti sebanyak 3 juta petasan, potasium powder seberat 1,125 ton dan lainnya.

"Anggota kami mendapatkan informasi di salah satu rumah warga yang beralamatkan di Desa Lobener Lor Blok Kebon Kopi, Kecamatan Jatibarang terdapat penimbunan petasan," kata Kasubag Humas Polres Indramayu, AKP Heriyadi di Indramayu, Jumat.

"Setelah dilakukan penyelidikan, benar di salah satu rumah warga yaitu di rumah tersangka berinisial SH sedang berlangsung produksi pembuatan petasan jenis korek dan juga terdapat penimbunan petasan yang siap untuk dikirim dan dijual," lanjutnya.

Heriyadi mengatakan penggerbekan itu langsung dipimpin oleh Kapolres dan Jajaran, pada Jumat (22/12) sekira Jam 10.00 WIB di gudang dan rumah tersangka.

Dari penggrebekan itu Polisi mengamankan beberapa barang bukti dari gudang penyimpanan petasan milik tersangka.

Di antaranya potasium powder sebanyak 45 karung isi @25 kg atau seberat 1,125 ton, sulfur powder 42 karung isi @25kg berat 1,050 ton, aluminium powder 16 kardus seberat @240 kg.

Selain itu juga diamankan calcium carbonat 278 karung seberat 6,9 ton, plastik 20 karung, 141 karung slongsong petasan jenis korek yang masih kosong.

"Kami juga mengamankan 3.153 dus petasan jenis korek masing-masing per dus berisi 1.000 biji dan semua sebanyak 3.153.000 biji petasan jenis korek," katanya.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Umroh jadi pilihan warga Kendari saat libur Natal dan Tahun Baru

Komentar